RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang bagi para penerima atau KPM bantuan sosial (bansos) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, sejak malam 11 Februari 2026, laporan pencairan bansos BPNT mulai bermunculan dari KPM di berbagai daerah di Indonesia.
Sejumlah KPM mengaku terkejut setelah mendapati saldo bansos BPNT sebesar Rp600.000 masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI mereka.
Informasi ini pertama kali ramai dibagikan oleh penerima manfaat yang melakukan pengecekan saldo secara mandiri melalui ATM maupun aplikasi BRImo.
Salah satu laporan menyebutkan penarikan tunai berhasil dilakukan pada 12 Februari dini hari, menandakan proses distribusi sudah dimulai sejak malam sebelumnya.
Tak hanya satu wilayah, laporan serupa juga datang dari berbagai daerah.
Warga Sulawesi Tenggara melaporkan saldo masuk pada 11 Februari pukul 20.51 malam.
Di Bandar Lampung, penerima manfaat bahkan langsung menuju ATM setelah melihat informasi pencairan, dan benar saja dana Rp600.000 sudah tersedia untuk ditarik.
Wilayah Sumatera Utara juga ikut melaporkan pencairan.
Dari Stabat Langkat hingga Medan Sunggal, warga mengonfirmasi saldo bantuan masuk pada kisaran pukul 20.42 hingga sekitar pukul 21.30 malam.
Bukti tangkapan layar saldo dan struk penarikan pun beredar sebagai tanda dana benar-benar telah cair.
Laporan serupa juga datang dari Kota Bengkulu dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Di sana, penerima manfaat menyatakan dana sudah bisa ditarik sekitar pukul 21.46 hingga mendekati tengah malam.
Bahkan sebagian warga mengaku tidak menyangka pencairan dilakukan malam hari.
Di wilayah Jawa Timur, penerima manfaat juga melaporkan saldo masuk pada malam yang sama.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa penyaluran tahap pertama BPNT tahun 2026 memang dilakukan serentak secara bertahap di banyak wilayah sekaligus.
Program BPNT sendiri merupakan bantuan sosial pemerintah yang ditujukan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kategori kesejahteraan desil 1 hingga desil 4.
Dana Rp600.000 tersebut merupakan alokasi tahap pertama tahun 2026 yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Meski banyak daerah sudah melaporkan pencairan, masih ada penerima yang belum mendapatkan saldo.
Karena itu masyarakat diimbau untuk rutin mengecek status bantuan melalui ATM, aplikasi perbankan, atau pendamping sosial setempat.
Pencairan mendadak di malam hari ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.
Banyak yang bersyukur karena bantuan datang lebih cepat dari perkiraan, terutama di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga