RADAR BOGOR - Setelah sebelumnya Bank BSI dan Bank Mandiri memulai proses transfer, kini giliran KPM nasabah Bank BRI yang melaporkan masuknya saldo bansos BPNT ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dikutip dari YouTube Cek Bansos, selain bansos BPNT berupa uang tunai, pemerintah juga mengonfirmasi adanya perluasan kuota KPM untuk program bantuan pangan sebagai bagian dari stimulus ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Laporan saldo bansos BPNT masuk sebesar Rp600.000 (akumulasi periode Januari-Maret 2026) terus dilaporkan oleh para KPM pemegang kartu KKS Bank BRI. Penyaluran ini terpantau sudah mulai merata di berbagai wilayah Indonesia.
Berikut adalah beberapa testimoni dan pantauan wilayah yang sudah mencairkan dana:
• Wilayah Sumatera: Stabat (Langkat), Muara Enim, Bandar Lampung, Jambi, Tebing Tinggi, Medan, dan Payakumbuh.
• Wilayah Kalimantan: Pontianak Timur, Singkawang, Ketapang, dan wilayah Kalimantan Timur.
• Wilayah Sulawesi: Makassar dan Sulawesi Tenggara.
• Wilayah Jawa: Cianjur, Tangerang, Banjarnegara, Demak, dan Purbalingga.
Salah seorang KPM dari wilayah Sulawesi Tenggara memberikan konfirmasi langsung melalui laporan digitalnya:
"Alhamdulillah, BPNT Sulawesi Tenggara cair malam ini. Rezeki menjelang istirahat, saldo Rp600.000 sudah masuk ke kartu merah putih," lapornya saat melakukan pengecekan saldo pada Rabu malam.
Kini, masyarakat tinggal menunggu satu bank penyalur lagi, yakni Bank BNI, yang diharapkan akan menyusul proses top-up saldo dalam waktu dekat.
2. Penambahan Kuota Bantuan Pangan 2026
Pemerintah secara resmi telah merilis informasi mengenai bantuan stimulus pangan tambahan.
Menariknya, kuota penerima manfaat mengalami kenaikan signifikan untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Target penerima yang awalnya diproyeksikan sebanyak 33,2 juta, kini ditambah menjadi 35 juta KPM.
Setiap penerima akan mendapatkan total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng (akumulasi alokasi dua bulan).
3. Kriteria Nama Penerima Paket Stimulus Pangan
Bantuan pangan ini tidak hanya menyasar penerima bansos rutin, tetapi juga warga lain yang masuk dalam kriteria ekonomi tertentu. Berdasarkan keterangan resmi, bantuan ini akan diberikan kepada:
• KPM Reguler: Penerima aktif PKH Murni, BPNT Murni, maupun penerima komposit (PKH+BPNT) yang berada pada Desil 1 hingga Desil 4.
• KPM Non-Reguler: Warga masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan PKH atau BPNT, namun terdata masuk dalam kategori ekonomi Desil 1 hingga Desil 4.
Mekanisme pengambilan akan dilakukan melalui undangan resmi yang dibagikan oleh petugas di wilayah masing-masing (Kantor Desa atau Kelurahan).
"Penerimanya terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni KPM reguler dan warga non-reguler yang secara data berada di Desil 1 sampai Desil 4.
Nantinya, surat undangan akan didistribusikan langsung kepada nama-nama yang sudah divalidasi oleh BPS dan Kementerian Sosial," jelas narasumber informasi bansos.
Penyaluran BPNT tahap pertama tahun 2026 melalui Bank BRI telah resmi dimulai dan bergerak menuju 100% distribusi.
Dengan ditambahnya kuota bantuan pangan menjadi 35 juta penerima, diharapkan beban ekonomi masyarakat prasejahtera dapat jauh lebih ringan saat menghadapi kenaikan harga pangan musiman.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga