Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Alhamdulillah SP2D Turun, Dua Bansos Tambahan Mulai Cair Merata bagi KPM PKH-BPNT, Penyaluran Melalui PT Pos Indonesia

Mutia Tresna Syabania • Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:10 WIB
 
Ilustrasi penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia.
Ilustrasi penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia.
 
RADAR BOGOR - Selain bansos reguler PKH dan BPNT, pemerintah melalui sinkronisasi beberapa kementerian telah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk bantuan sosial tambahan atau komplementer.
 
Penyaluran bansos ini merupakan langkah pemerintah untuk menekan beban ekonomi masyarakat akibat fluktuasi harga kebutuhan pokok di awal tahun 2026, sebagaimana dikutip dari YouTube Cek Bansos. 
 
1. Distribusi Bantuan Pangan Beras 10 Kg
 
Bantuan pertama yang sudah mulai disalurkan secara masif adalah bantuan beras 10 kg.
 
Baca Juga: Gak Bikin Isi Dompet Kering, 4 Tempat Wisata Dekat dari Kota Bogor untuk Habiskan Long Weekend Sebelum Puasa, Salah Satunya Kandang Godzilla 
 
Program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk merespons kenaikan harga beras di pasaran yang sempat menyentuh angka Rp15.000 per kilogram.
 
Target sasaran bantuan ini mencapai 21,3 juta KPM yang didominasi oleh penerima PKH dan BPNT.
 
Berdasarkan data terbaru, terdapat 12 wilayah prioritas yang penyalurannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia:
 
• Sumatera dan Aceh: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
 
• Jawa dan Banten: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
 
• Kalimantan: Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.
 
• Maluku: Maluku dan Maluku Utara.
 
Baca Juga: Sentul City Hospitality Group Gandeng Karang Taruna Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Babakan Madang Bogor
 
2. Percepatan Program Indonesia Pintar (PIP)
 
Bantuan tambahan kedua yang SP2D-nya telah turun adalah bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar. Besaran dana disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa dalam keluarga KPM:
 
• SD/Sederajat: Rp450.000
 
• SMP/Sederajat: Rp750.000
 
• SMA/Sederajat: Rp1.800.000
 
Dana ini akan langsung ditransfer ke rekening Simpanan Pelajar (Simpel) masing-masing siswa yang telah masuk dalam SK Pemberian tahun 2026.
 
Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Siliwangi Kota Bogor, Korban Ditemukan di Selokan
 
3. Bantuan Tunai Khusus: BLT Kemiskinan Ekstrem dan Dana Inflasi
 
Selain bantuan pangan, terdapat dua jenis bantuan tunai yang juga mulai menunjukkan pergerakan pencairan di berbagai daerah:
 
• BLT Dana Desa (Kemiskinan Ekstrem): Dicairkan dengan total Rp900.000 (akumulasi tiga bulan).
 
Bantuan ini diprioritaskan bagi warga desa yang tidak menerima bansos pusat namun masuk kategori sangat miskin.
 
• Bantuan Mitigasi Inflasi: Dialokasikan sebesar Rp600.000 khusus bagi dua kategori rentan, yaitu Lansia dan Penyandang Disabilitas.
 
Baca Juga: Aturan Penggunaan Obat Tetes Telinga Selama Ramadhan Agar Puasa Tetap Sah, Begini Penjelasan Buya Yahya
 
4. Progres Peralihan PT Pos ke Kartu KKS (Burekol)
 
Bagi KPM yang sedang menunggu proses peralihan dari Kantor Pos ke Bank Himbara (Burekol), pemerintah meminta masyarakat untuk tetap bersabar. 
 
Proses pembuatan rekening kolektif saat ini masih terus berjalan di berbagai wilayah.
 
Kendala utama di lapangan sering kali berkaitan dengan ketersediaan stok fisik kartu KKS di tingkat Kantor Cabang Pembantu (KCP).
 
Namun, pemerintah memastikan bahwa hak-hak KPM tidak akan hilang dan akan disalurkan segera setelah kartu selesai dicetak dan didistribusikan.
 
Baca Juga: Jembatan Genteng-Pamoyanan Digagas Jadi Ikon Wisata Baru Bogor, Wali Kota Bogor Dedie Rachim: Seperti Kecil-kecilannya Golden Gate
 
Pekan ini menjadi momentum penting bagi percepatan berbagai bantuan sosial. 
 
Dengan turunnya SP2D untuk beras dan bantuan pendidikan, diharapkan ketahanan pangan dan kebutuhan dasar KPM di awal tahun 2026 tetap terjaga dengan baik.***
Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #sp2d #pkh