RADAR BOGOR – KPM di seluruh Indonesia tengah dihebohkan dengan kabar pencairan dana bansos BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) tahap 1 senilai Rp600.000 melalui KKS Bank BNI pada hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026.
Benarkah bansos sudah masuk ke rekening atau sekadar kabar burung?
Bagi Anda pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BNI, segera lakukan pengecekan secara berkala, namun tetap waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Simak rangkuman fakta dan hasil cek saldo terbaru berikut ini agar Anda tidak terjebak informasi yang keliru.
Viral Struk Penarikan Rp600 Ribu di Media Sosial
Sejak Sabtu pagi, jagat media sosial, khususnya grup Facebook bantuan sosial, diramaikan dengan unggahan struk penarikan dana sebesar Rp600.000.
Struk tersebut tercatat dilakukan pada 14 Februari 2026 pukul 11.13 WIB dengan kode transaksi BPG, yang biasanya merujuk pada bantuan pangan.
Mengutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, berdasarkan laporan, struk tersebut diduga berasal dari wilayah Jember.
Namun, para pendamping sosial mengingatkan agar warga tidak langsung menelan mentah-mentah kabar tersebut, karena foto struk yang sama sering kali diunggah berulang kali oleh akun yang berbeda.
Hasil Cek Saldo KKS BNI di Berbagai Daerah
Hingga Sabtu siang pukul 14.20 WIB, pantauan di lapangan menunjukkan hasil yang bervariasi. Berikut adalah laporan terkini dari beberapa wilayah:
- Jakarta Timur: Pengecekan saldo pada pukul 13.38 WIB menunjukkan saldo masih Rp1.000 atau belum ada pencairan.
- Serang, Banten: Terdapat laporan pencairan Rp600.000 pada KKS terbitan 2017. Namun, setelah ditelusuri, dana tersebut diduga kuat merupakan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) untuk kategori lansia, bukan dana BPNT.
- Wilayah lain: Mayoritas KPM melaporkan saldo di ATM BNI masih berada di angka Rp2.000, yang menandakan dana bansos tahap 1 tahun 2026 belum masuk secara merata.
Penyebab Dana Belum Masuk ke Rekening Anda
Jika Anda melihat orang lain sudah menerima bantuan, sementara saldo Anda masih kosong, ada beberapa kemungkinan yang terjadi:
- Pencairan bertahap: Proses transfer dari bank Himbara (termasuk BNI) dilakukan secara termin atau bergelombang, sehingga tiap daerah memiliki waktu pencairan yang berbeda.
- Perbedaan jenis bantuan: Dana yang cair sebesar Rp600.000 bisa jadi merupakan akumulasi PKH, bukan BPNT.
- Pembaruan data SIKS-NG: Status di sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) mungkin masih dalam tahap SPM (Surat Perintah Membayar) dan belum mencapai tahap SI (Standing Instruction).
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @kemensosri, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam pemutakhiran data melalui jalur usul sanggah, termasuk lewat aplikasi Cek Bansos, call center, dan WhatsApp center yang disediakan Kementerian Sosial.
Imbauan bagi KPM Sambil Menunggu Pencairan
Sambil menunggu tanda pencairan, para KPM disarankan untuk:
- Jangan terburu-buru ke ATM: Pastikan Anda mendapat konfirmasi dari pendamping sosial setempat agar tidak kecewa setelah mengantre.
- Gunakan aplikasi Cek Bansos: Pantau status kepesertaan Anda secara mandiri melalui aplikasi resmi Kementerian Sosial atau situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Simpan KKS dengan baik: Jangan memberikan kartu atau PIN kepada pihak asing yang menjanjikan pencairan cepat.
Diharapkan pencairan BPNT KKS BNI akan segera merata pada sore atau malam hari ini, atau paling lambat dalam beberapa hari ke depan.***
Editor : Eli Kustiyawati