RADAR BOGOR – Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terbitan tahun 2016, 2017, dan 2018 yang merasa khawatir bantuan akan terhenti pada tahun 2026 kini saatnya bernapas lega.
Jangan biarkan kartu Anda berdebu, segera datangi ATM BNI terdekat hari ini, Minggu, 15 Februari 2026.
Pasalnya, laporan pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT tahap 1 senilai Rp600.000 mulai membanjiri rekening para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dengan kartu angkatan lama di berbagai wilayah Indonesia.
Bukti KKS Lama Masih Cair
Banyak anggapan keliru bahwa kepesertaan bansos yang sudah lebih dari lima tahun akan otomatis terputus pada tahun 2026.
Melansir dari kanal YouTube CEK BANSOS, pantauan terkini di lapangan membuktikan sebaliknya.
KPM dari wilayah Rembang (KKS 2017) dan Bali (KKS 2016) melaporkan saldo masuk sebesar Rp600.000 tepat pada siang hari ini.
Hal ini menegaskan bahwa tahun pembuatan kartu bukan penentu cair atau tidaknya bantuan, melainkan status kelayakan data di sistem pusat.
Zonasi Pencairan BNI
Hingga sore ini, Bank BNI terpantau menjadi bank penyalur paling masif dalam mencairkan dana BPNT alokasi Januari–Maret 2026. Berikut rincian wilayah yang terpantau sudah menerima saldo:
- Jawa Barat: Bandung (Nagreg, Cimahi, Purwakarta), Cirebon, dan Depok.
- DKI Jakarta: Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat (KKS baru 2025 juga terpantau cair di Jakarta Pusat).
- Jawa Timur: Jember dan sekitarnya mulai menunjukkan pergerakan saldo masuk.
Syarat Agar KKS Lama Tetap Terisi Saldo
Mengapa ada KKS 2017 yang cair, namun ada KKS 2021 yang masih kosong? Kuncinya bukan pada umur kartu, melainkan tiga faktor utama:
- Masuk desil rendah: Nama Anda harus tetap berada di desil 1 hingga desil 4 dalam data kemiskinan pemerintah.
- Bebas eksklusi: Data Anda tidak terdeteksi sebagai orang yang sudah mampu, meninggal dunia, atau menjadi ASN/TNI/Polri.
- Padan Dukcapil: Data NIK di kartu KKS harus sinkron dengan data kependudukan terbaru.
Terkait hal tersebut, melalui akun Instagram @kemensosri, Menteri Sosial menjelaskan bahwa prioritas utama bantuan saat ini difokuskan pada masyarakat yang berada di kelompok desil 1 dan 2 (kelompok ekonomi paling rendah).
Namun, kabar baiknya, jika alokasi anggaran negara masih mencukupi, jangkauan bantuan ini akan diperluas hingga mencakup masyarakat di kelompok desil 3 dan 4.
Jika hingga hari ini saldo BPNT Rp600 ribu Anda belum muncul, jangan langsung berkecil hati. Lakukan langkah-langkah berikut:
Cek kode transaksi: Pastikan tidak ada masalah teknis seperti kode RPL atau kesalahan sistem perbankan.
Hubungi pendamping: Tanyakan apakah nama Anda masuk dalam daftar SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) termin kali ini.
Perbarui DTKS: Pastikan secara berkala melalui operator desa bahwa data Anda tidak tidak aktif atau dinyatakan tidak layak.***
Editor : Eli Kustiyawati