RADAR BOGOR – Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta untuk segera memastikan keaktifan data di desa.
Menjelang Ramadhan 2026, Perum Bulog mengonfirmasi kesiapan stok untuk menyalurkan bantuan pangan secara masif berupa beras dan minyak goreng gratis.
Bersamaan dengan itu, kabar baik datang dari sektor perbankan, di mana saldo bansos BPNT senilai Rp600.000 mulai masuk ke rekening KKS BNI di berbagai wilayah hari ini, Minggu, 15 Februari 2026.
Rapel Bantuan Pangan Februari-Maret
Pemerintah melalui Perum Bulog menargetkan distribusi bantuan pangan kepada sekitar 33 hingga 35 juta KPM di seluruh Indonesia.
Mengutip dari channel YouTube Diary Bansos, berbeda dari bulan biasanya, bantuan kali ini merupakan paket stimulus triwulan pertama yang mencakup:
- Beras Sejahtera: 20 kg (rapel 2 bulan).
- MinyakKita: 4 liter (rapel 2 bulan).
Masyarakat diingatkan agar tidak menunda pengambilan bantuan sembako jika undangan dari desa atau kelurahan sudah diterima.
Jika tidak diambil dalam waktu satu minggu tanpa keterangan, bantuan berisiko dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Update KKS BNI
Bagi pemilik kartu KKS Bank BNI, aliran dana BPNT alokasi Januari–Maret senilai Rp600.000 terpantau sudah masuk di wilayah Madiun, Banyuwangi (sebagian), dan beberapa titik di Jawa Timur.
Namun, perlu dicatat bahwa pencairan ini belum merata. Jika saldo masih kosong, hal tersebut disebabkan proses pemindahan dana dari kas negara ke bank penyalur dilakukan secara bertahap dalam sistem termin atau gelombang.
KPM disarankan melakukan pengecekan saldo maksimal satu kali dalam seminggu agar tidak merusak chip kartu KKS akibat penggunaan ATM yang terlalu sering.
Banyak KPM bertanya mengapa tetangganya sudah menerima bantuan, sementara miliknya belum.
Hal ini berkaitan dengan status di sistem SIKS-NG. Saat ini, mayoritas data masih berada pada fase Berhasil Cek Rekening.
Jika status sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction), berarti bank telah diperintahkan secara sistem untuk mentransfer dana bantuan.
Sementara itu, bagi yang statusnya masih Cek Rekening, bantuan diperkirakan akan cair saat memasuki minggu pertama bulan suci Ramadhan.
Solusi KIS BPJS Gratis yang Tiba-Tiba Nonaktif
Tahun 2026 menandai pemberlakuan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kebijakan ini berdampak pada penonaktifan KIS PBI (BPJS Gratis) bagi warga yang masuk kategori Desil 6-10.
Menanggapi perubahan tersebut, Menteri Sosial menegaskan bahwa bantuan tetap diprioritaskan bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
“Bagi yang memenuhi syarat tentu akan tetap mendapatkan bantuan, tetapi yang tidak memenuhi syarat disarankan untuk menjadi peserta mandiri,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dilansir dari akun Instagram @kemensosri.
Namun, pemerintah menyediakan jalur reaktivasi khusus bagi warga yang sangat membutuhkan layanan kesehatan darurat.
Jika sedang menderita penyakit kronis dan kepesertaan BPJS dinonaktifkan, masyarakat disarankan segera mengajukan pengaduan kepada operator SIKS-NG di desa untuk proses pengaktifan kembali demi mendapatkan penanganan medis secepatnya.***
Editor : Eli Kustiyawati