Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM BPNT dan PKH Kini Dapat Modal Rp5,7 Juta Berupa 24 Ayam Petelur dan Perlengkapan Usaha, Bisa Raup Rp500 Ribu per Bulan

Fransisca Susanti Wiryawan • Senin, 16 Februari 2026 | 05:11 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan 24 ekor ayam petelur dan perlengkapan usaha senilai Rp5,7 juta dalam program graduasi mandiri di Purworejo.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan 24 ekor ayam petelur dan perlengkapan usaha senilai Rp5,7 juta dalam program graduasi mandiri di Purworejo.

RADAR BOGOR – Tak lagi menerima bantuan sosial (bansos), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kini didorong naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri.

Pemerintah menerapkan program graduasi mandiri dan pemberdayaan melalui pemberian modal usaha hingga Rp5,7 juta serta 24 ekor ayam petelur.

Karena bansos bersifat sementara, program pemberdayaan ini menyasar KPM yang telah menerima bansos lebih dari lima tahun agar tidak terus-menerus bergantung pada bansos reguler.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi.

70 KPM Jadi Percontohan, Langsung Terima Paket Usaha

Peluncuran program berlangsung di Dukuh Rejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada 14 Februari 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyalurkan paket bantuan usaha kepada 70 KPM.

Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko sebagai bentuk kolaborasi lintas kementerian.

Paket Bantuan Usaha yang Diterima KPM

Paket bantuan usaha senilai Rp5,7 juta berupa:

• 24 ekor ayam petelur usia 14 minggu

• 50 kilogram pakan

• Vitamin dan perlengkapan kandang

Tak hanya itu, peserta juga otomatis menjadi anggota Koperasi Merah Putih agar hasil produksi dapat ditampung sehingga memiliki kepastian pasar.

Skema Jelas, Hasil Nyata: Potensi Pendapatan Rp500 Ribu per Bulan

Dari 24 ayam petelur, setiap KPM diproyeksikan menghasilkan sekitar 1,5 kilogram telur per hari.

Rinciannya:

• 1 kilogram dibeli Koperasi Merah Putih

• 0,5 kilogram untuk konsumsi keluarga

Dengan skema tersebut, peserta berpeluang memperoleh penghasilan Rp15.000–Rp20.000 per hari atau sekitar Rp500.000 per bulan.

Meskipun nominalnya belum besar, pemerintah menilai langkah ini sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi keluarga.

Bukan Lagi Penerima Bansos, tetapi Pelaku Usaha

Program graduasi mandiri ini menandai perubahan besar dalam kebijakan perlindungan sosial.

Pemerintah ingin KPM bertransformasi dari penerima bansos menjadi pelaku usaha mikro.

Model berbasis koperasi dinilai lebih aman karena berlandaskan asas kekeluargaan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat (1).

Koperasi Merah Putih menjamin penyerapan hasil produksi sehingga mengurangi risiko kerugian usaha.

Jika berhasil, skema ini akan diperluas ke berbagai daerah lain sebagai pola nasional pengentasan kemiskinan produktif.

FAQ Seputar Program Graduasi Mandiri KPM

Siapa yang berhak mengikuti program graduasi mandiri?

Program ini menyasar KPM bansos BPNT dan PKH yang telah menerima bantuan lebih dari lima tahun dan dinilai siap berusaha secara mandiri.

Berapa modal yang diterima peserta?

Setiap KPM menerima paket usaha senilai sekitar Rp5,7 juta, yaitu 24 ekor ayam petelur beserta pakan dan vitamin.

Berapa potensi penghasilan dari usaha ayam petelur?Diperkirakan mencapai Rp15.000-Rp20.000 per hari atau sekitar Rp500.000 per bulan.

Apakah hasil telur pasti dibeli?

Ya. Melalui skema Koperasi Merah Putih, 1 kilogram telur per hari akan diserap dengan harga Rp15.000-Rp20.000 per kilogram.

Apakah program ini akan diperluas?

Pemerintah menargetkan program ini menjadi model nasional jika terbukti efektif meningkatkan kemandirian ekonomi KPM.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #program pemberdayaan #bansos #pkh