Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ada Bansos Tambahan Jelang Ramadhan, Selain BPNT Rp600.000 KPM Juga Terima Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter, Cek Detail Penerima di Sini

Ira Yulia Erfina • Senin, 16 Februari 2026 | 06:14 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT

RADAR BOGOR – Menjelang Ramadhan 2026, sejumlah bantuan sosial (bansos) mulai memasuki tahap penyaluran, baik dalam bentuk bantuan pangan tambahan maupun pencairan bantuan tunai melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pemerintah mengalokasikan stimulus untuk periode Februari hingga Maret 2026 berupa distribusi beras dan minyak goreng bagi kelompok Desil 1–4, sekaligus mencairkan BPNT tahap pertama senilai Rp600.000 untuk alokasi Januari–Maret 2026.

Di saat yang sama, proses administrasi di sistem SIKS-NG menunjukkan beragam status pencairan, sementara klasifikasi desil tetap menjadi acuan utama dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima manfaat tersebut.

1. Bansos Tambahan Pangan Februari–Maret 2026

Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos pada Minggu, 15 Februari 2026, stimulus pangan yang disiapkan untuk dua bulan mencakup beras 10 kilogram per bulan sehingga total yang diterima mencapai 20 kilogram, serta minyak goreng Minyakita sebanyak 2 liter per bulan atau total 4 liter selama Februari dan Maret 2026.

Bantuan ini difokuskan kepada keluarga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kelompok tersebut menjadi prioritas karena berada pada lapisan kesejahteraan terbawah sehingga dinilai paling membutuhkan dukungan menjelang Ramadhan.

2. Update Pencairan BPNT Rp600.000 Tahap 1 Tahun 2026

BPNT tahap pertama untuk periode Januari hingga Maret 2026 mulai masuk ke rekening penerima secara bertahap.

Nominal Rp600.000 yang diterima merupakan akumulasi bantuan tiga bulan yang dicairkan sekaligus.

Penyaluran melalui Bank BNI telah berlangsung di sejumlah wilayah, meskipun belum merata secara nasional.

Perbedaan waktu pencairan di tiap daerah dipengaruhi oleh proses administrasi dan kesiapan sistem perbankan setempat.

3. Perkembangan Status Pencairan di SIKS-NG

Bagi KPM yang belum menerima saldo bantuan, pengecekan dapat dilakukan melalui SIKS-NG. Status “Berhasil Cek Rekening” menunjukkan verifikasi rekening telah tuntas. Status “Proses Cek Rekening” menandakan data masih dalam tahap pemeriksaan.

Sementara keterangan “SI” atau Standing Instruction berarti instruksi penyaluran sudah diterbitkan dan dana tinggal menunggu realisasi masuk ke rekening.

Variasi status ini menggambarkan tahapan teknis sebelum bantuan benar-benar dapat dicairkan.

4. Klasifikasi Desil sebagai Dasar Penentuan Bantuan

Penyaluran bansos tetap mengacu pada pembagian desil kesejahteraan dari Desil 1 hingga Desil 10. Desil 1–4 menjadi kelompok prioritas penerima PKH, BPNT, serta bantuan pangan tambahan.

Desil 1–5 juga tercatat sebagai penerima bantuan iuran KIS melalui skema PBI JKN sehingga iuran kesehatannya ditanggung negara.

Sementara Desil 6–10 umumnya tidak lagi termasuk dalam sasaran utama bantuan reguler karena berada pada kategori kesejahteraan yang relatif lebih tinggi.

5. Mekanisme Reaktivasi KIS BPJS Kesehatan

Selain itu, ada informasi tambahan yang dilansir dari kanal YouTube Kemensos RI. Bagi warga yang kepesertaan PBI JKN-nya dinonaktifkan akibat perubahan kategori desil, tetapi memiliki kondisi medis mendesak seperti penyakit kronis, kebutuhan operasi, atau terapi cuci darah, tersedia mekanisme pengajuan reaktivasi melalui pemerintah desa atau kelurahan.

Proses ini memerlukan dokumen pendukung agar pengaktifan kembali dapat diproses sesuai ketentuan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #bansos #kks #ramadhan