RADAR BOGOR – Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) dibuat ramai pada Minggu malam, 15 Februari 2026.
Sejak sore hingga malam hari, laporan masuknya dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bermunculan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, informasi pencairan mulai beredar sekitar pukul 15.00 hingga menjelang pukul 19.00 WIB.
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku menerima saldo sebesar Rp600.000 melalui kartu bantuan.
Tak hanya satu laporan, dalam hitungan menit, laporan lain berdatangan dari berbagai wilayah.
Bahkan ada warga yang sebelumnya mengecek saldo di pagi hari dan belum mendapatkan bantuan, namun pada malam hari dana sudah masuk.
Pencairan Terpantau di Banyak Daerah
Sejumlah daerah yang melaporkan pencairan antara lain:
- Karawang (melalui KKS Bank BNI)
- Cengkareng, Jakarta Barat
- Bandung dan Cimahi
- Cirebon
- Kediri
- Probolinggo
Mayoritas penerima mendapatkan nominal yang sama, yakni Rp600.000.
Beberapa di antaranya bahkan langsung melakukan penarikan tunai sekitar Rp595.000 setelah dipotong biaya transaksi.
Di wilayah Bandung, notifikasi saldo masuk diterima melalui aplikasi mobile banking bank penyalur.
Menariknya, sebagian penerima melihat kode transaksi bertuliskan RPL, namun dipastikan itu tetap bantuan BPNT.
Pencairan Berlangsung Hingga Malam Hari
Pencairan bantuan pada hari tersebut tidak berhenti pada sore hari. Laporan terbaru masih muncul mendekati pukul 19.00 WIB.
Artinya, distribusi bantuan dilakukan bertahap dan terus berjalan meski hari libur.
Hal ini menjadi kabar baik bagi KPM yang belum mendapatkan saldo pada pengecekan sebelumnya.
Warga Diminta Rutin Cek Saldo
Melihat pola pencairan bertahap, masyarakat dianjurkan melakukan pengecekan berkala melalui ATM atau mobile banking bank penyalur.
Bantuan diperkirakan tidak masuk serentak dalam satu waktu, melainkan bergelombang sesuai proses distribusi data dan bank.
Dengan banyaknya laporan real-time dari berbagai daerah, pencairan BPNT tahap awal Februari 2026 dipastikan sudah mulai berjalan luas di sejumlah wilayah Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati