RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) membawa angin segar bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengumumkan alokasi anggaran yang sangat besar, yakni mencapai Rp39,8 triliun, khusus untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) pada triwulan pertama tahun ini, sebagaimana dilansir dari YouTube Info Bansos.
Langkah ini diambil sebagai bentuk stimulus ekonomi nasional sekaligus memastikan ketahanan pangan masyarakat di tengah momen hari besar keagamaan.
Total dana fantastis tersebut dibagi ke dalam beberapa skema bantuan untuk menyasar berbagai lapisan masyarakat:
1. Bansos Reguler (PKH dan BPNT): Anggaran sebesar Rp17,5 triliun dialokasikan untuk 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako ini dipercepat agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok di awal puasa.
2. Bansos Adaptif (Kebencanaan): Dana senilai Rp2,3 triliun disiapkan bagi warga yang terdampak bencana alam, termasuk pemulihan di wilayah Sumatera, agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan layak.
3. Program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Dana sekitar Rp20 triliun difokuskan untuk bantuan lansia tunggal, penyandang disabilitas, serta program ATENSI YAPI bagi anak yatim piatu.
Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat lebih dari Rp17 triliun dana telah berhasil disalurkan.
Pemerintah berkomitmen untuk mengejar sisa pencairan agar tuntas sebelum Idulfitri tiba. Proses pencairan tetap menggunakan dua jalur utama: Bank Himbara (melalui Kartu KKS) dan PT Pos Indonesia.
Mengenai sasaran penerima, Gus Ipul menegaskan adanya skala prioritas berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang mengacu pada data terbaru.
"Sesuai dengan rapat bersama Pak Menko, fokus utama kita saat ini adalah bantuan bagi mereka yang berada pada Desil 1 dan 2. Namun, jika alokasi anggaran masih mencukupi, jangkauan bantuan akan terus ditingkatkan hingga mencakup Desil 3 dan 4," ujar Gus Ipul.
Pemerintah kini beralih menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman utama.
Proses pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memastikan bantuan bersifat dinamis dan tepat sasaran, sehingga tidak terjadi tumpang tindih penerimaan.
Selain bantuan dari Kemensos, terdapat sinergi antarlembaga untuk memperkuat ekonomi rakyat selama Ramadhan:
• Bantuan Pangan: Distribusi beras dan minyak goreng yang dirapel langsung untuk dua bulan.
• Pendidikan: Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) Termin 1 untuk mendukung biaya sekolah selama Ramadan.
• Stimulus Desa dan Mudik: BLT Dana Desa bagi kemiskinan ekstrem serta pemberian diskon transportasi sebagai insentif bagi masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran.
Kementerian Sosial menghimbau masyarakat untuk menggunakan dana bantuan ini secara bijak untuk kebutuhan pangan bergizi dan keperluan pendidikan anak.
Selain itu, masyarakat diminta waspada karena pencairan bansos tidak dipungut biaya admin atau potongan apa pun.
Masyarakat dapat memverifikasi status kepesertaan mereka secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.***
Editor : Asep Suhendar