RADAR BOGOR - Kabar mengejutkan datang dari para keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) yang dalam beberapa hari terakhir ramai melaporkan adanya saldo Rp600.000 yang masuk dua kali ke kartu KKS mereka.
Fenomena ini sontak membuat banyak penerima bantuan bertanya-tanya apakah pemerintah benar-benar mencairkan bantuan ganda menjelang Ramadhan 2026 atau hanya kesalahan sistem semata.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa sebagian besar laporan berasal dari penerima bantuan yang penyalurannya melalui Bank BNI.
Dalam mutasi saldo, muncul kode transaksi tertentu yang membuat penerima mengira bantuan yang sama dicairkan dua kali.
Dugaan tersebut semakin menguat karena nominal yang diterima identik, yakni Rp600 ribu.
Namun setelah ditelusuri, fakta sebenarnya berbeda dari asumsi yang beredar.
Saldo ganda tersebut bukanlah bantuan yang sama, melainkan dua jenis bantuan sosial berbeda yang cair dalam waktu berdekatan.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, bantuan pertama merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan nominal Rp600 ribu untuk kategori tertentu, seperti penerima komponen lansia, penyandang disabilitas, atau keluarga dengan kombinasi anak sekolah jenjang SD dan SMP.
Beberapa hari kemudian, bantuan kedua sebesar Rp600 ribu kembali masuk, tetapi itu adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia sebelumnya memang menargetkan penyaluran bantuan tahap pertama tahun 2026 berjalan lebih cepat agar masyarakat dapat memanfaatkannya menjelang bulan suci.
Karena jadwal penyaluran PKH dan BPNT tidak selalu bersamaan, sebagian KPM menerima keduanya dalam waktu hampir bersamaan sehingga terlihat seperti pencairan ganda.
Pemerintah menegaskan bahwa secara aturan, satu jenis bantuan tidak mungkin dicairkan dua kali dalam tahap yang sama.
Anggaran bantuan memiliki tahun alokasi tersendiri, sehingga dana tahun sebelumnya tidak dapat dibayarkan di tahun berikutnya jika tidak terserap.
Artinya, tidak ada skenario resmi di mana BPNT atau PKH dicairkan dua kali sekaligus dalam satu tahap penyaluran.
Fenomena ini justru menjadi kabar baik bagi sebagian penerima.
Mereka yang memperoleh dua kali saldo Rp600 ribu berarti terdaftar sebagai penerima dua program sekaligus.
Hal itu biasanya terjadi karena data keluarga mereka masuk kategori prioritas berdasarkan sistem desil kesejahteraan nasional.
Meski demikian, masih ada masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat mengecek statusnya melalui situs resmi pengecekan bansos menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Sistem terbaru dinilai lebih akurat karena langsung terhubung dengan basis data kependudukan nasional.
Dengan Ramadhan yang tinggal hitungan hari, pencairan bantuan sosial menjadi perhatian utama publik.
Pemerintah berharap bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Bagi KPM yang menerima saldo ganda, bukan berarti ada kesalahan sistem, melainkan tanda bahwa mereka memang terdaftar dalam dua program bantuan berbeda.***
Editor : Eli Kustiyawati