RADAR BOGOR - Kabar menyenangkan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 mulai cair pada Februari 2026.
Di sejumlah wilayah Bogor, warga mulai mengecek saldo melalui aplikasi mobile banking, agen, maupun ATM Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI) sejak awal pekan ini. Kini pencairan via KKS Bank BNI di berbagai area sedang masif berdasarkan pantauan kanal Youtube Diary Bansos.
BPNT Program Sembako 2026 Tahap 1
BPNT Program Sembako 2026 Tahap 1 bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan pangan, terutama di bulan Ramadan 1447 H. KPM dapat membeli berbagai makanan pokok untuk sahur dan berbuka puasa seperti beras, telur, sayur, dan lain-lain. Bahkan, bahan untuk membuat takjil seperti kolak pisang.
Baca Juga: Ide Menu Buka Puasa Ramadhan Buat Warga Bogor: 4 Resep Sayur Berkuah Bening yang Segar dan Praktis
Sebanyak 18,2 juta KPM menjadi target bansos tersebut, yaitu warga yang berada pada Desil 1-4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Nominal BPNT per tahap (triwulan) sebesar Rp600 ribu.
Penerima BPNT berpeluang juga menerima PKH, namun tidak seluruhnya. Berbeda dengan penerima PKH yang seluruhnya juga menerima BPNT. Hal tersebut karena BPNT merupakan bansos komplementer PKH. Dengan adanya multibansos tersebut, Pemerintah berharap penerima bansos dapat sesegera mungkin meningkatkan taraf hidupnya dan lepas dari jerat kemiskinan.
PKH 2026 Tahap 1
Cairnya bansos PKH 2026 Tahap 1 disambut gembira para KPM yang berasal dari Desil 1-4 pada DTSEN. Sebanyak 10 juta KPM terbantu dengan adanya program bansos reguler Kemensos tersebut.
Nominal PKH per Tahap (Triwulan) ialah sebagai berikut.
Komponen kesehatan
1. Ibu hamil: Rp750 ribu
2. Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750 ribu
Komponen kesejahteraan
1. Lansia: Rp600 ribu
2. Penyandang disabilitas: Rp600 ribu
Komponen pendidikan
1. SD: Rp225 ribu
2. SMP: Rp375 ribu
3. SMA: Rp500 ribu
4. Korban pelanggaran HAM berat: Rp2,7 juta
Baca Juga: Drama AC Milan vs Como 1907: Allegri Diusir Wasit Usai Bersitegang dengan Fabregas di San Siro
Cara Cek Bansos Kemensos Februari 2026
Jika bansos tak kunjung cair, maka KPM sebaiknya mengecek status pencairan bansos melalui:
1. Aplikasi Cek Bansos Kemensos (unduh gratis via Play Store atau App Store)
2. Situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
Jika status “ter-exclude (bansos non-aktif),” maka KPM dapat menyanggahnya melalui aplikasi. KPM juga dapat mengajukan penurunan Desil. Pendamping Sosial akan mendatangi rumah KPM dan melakukan survey ground check.
Untuk mengetahui penyebab bansos tak cair, KPM dapat bertanya pada Pendamping Sosial atau Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) di Desa atau Kelurahan setempat.
Baca Juga: Penerima PKH dan BPNT Segera Cek Rekening, Ambil Paket Sembako Ramadhan dan Solusi Bansos Macet 2026
Cara Cek Saldo Bansos
KPM dapat mengecek saldo bansos melalui aplikasi mobile banking Himbara, yaitu Livin’ by Mandiri, Wondr by BNI, BRImo, dan BYOND by BSI. Aplikasi tersebut dapat diunduh gratis baik via Playstore maupun App Store.
Dengan aplikasi mobile banking Himbara, pengecekan saldo berlangsung secara efisien. Kartu KKS pun lebih awet karena tidak terus-menerus digesek oleh mesin Automatic Teller Machine (ATM). KPM dihimbau agar tak mempercayai oknum yang mengiming-imingi percepatan pencairan bansos.
Akurasi Data DTSEN, Kunci Bansos Tepat Sasaran
Akurasi data pada DTSEN merupakan kunci bansos tepat sasaran. Pemutakhiran data dilakukan menyesuaikan dinamika sosial ekonomi. Peserta yang tidak lagi memenuhi kriteria akan dinonaktifkan agar kuota dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Cium Kebocoran Pajak Parkir Minimarket, Potensi PAD Hilang Rp7 Miliar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan hal tersebut usai rapat koordinasi bersama lintas kementerian dan BPS di Jakarta, 16 Februari 2026, dilansir dari akun instagram Kemensos.
Dengan adanya bansos BPNT dan PKH 2026 Tahap 1, ketahanan pangan akan lebih terjaga. Hal tersebut juga merupakan wujud perlindungan sosial yang berkarakteristik inklusif, yaitu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.***
Editor : Asep Suhendar