Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantuan Tambahan 2026 Dipercepat Jelang Ramadhan, Bansos PKH BPNT 2026 Fokus Desil 1 dan 2 dengan Penyesuaian Kuota Nasional

Ira Yulia Erfina • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi KPM menerima dana bansos dari pemerintah.
Ilustrasi KPM menerima dana bansos dari pemerintah.

RADAR BOGOR - Percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Februari 2026 mencakup bantuan tambahan pangan serta perkembangan kriteria penerima PKH dan BPNT. 

Informasi yang beredar menyebutkan distribusi bantuan tambahan untuk periode Februari hingga Maret 2026 dilakukan secara dirapel, disertai penjelasan mengenai sasaran penerima berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Selain itu, terdapat pembaruan terkait saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta status pencairan melalui SIKS-NG.

1. Percepatan Penyaluran Bantuan Tambahan Februari-Maret 2026

Dikutip melalui kanal Youtube Diary Bansos pada Jumat, 20 Februari 2026, bantuan tambahan disalurkan untuk periode Februari dan Maret 2026 dengan sistem perapelan dua bulan sekaligus. 

Jenis bantuan yang disalurkan terdiri atas bahan pangan pokok, yakni beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter untuk setiap bulan penyaluran.

“Nah ini penyalurannya kabarnya dipercepat, tapi perlu dicatat bahwasanya penyalurannya tidak bisa dilakukan secara serentak,” ucap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.

Karena dirapel dua bulan, setiap KPM menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dalam satu tahap distribusi.

Sasaran penerima diambil dari DTSEN untuk kategori Desil 1 hingga Desil 4. Percepatan penyaluran dikaitkan dengan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

2. Rencana Penyesuaian Kriteria Penerima PKH dan BPNT

Terdapat informasi mengenai rencana pembatasan penerima PKH dan BPNT yang ke depan akan difokuskan pada Desil 1 dan Desil 2. Namun untuk tahun 2026, ketentuan yang berlaku masih mengacu pada Desil 1 hingga Desil 4 untuk PKH.

Untuk BPNT, cakupan yang sebelumnya menjangkau hingga Desil 5 telah disesuaikan menjadi Desil 1 hingga Desil 4. Dari sisi kuota nasional, PKH memiliki alokasi sekitar 10 juta KPM dan BPNT sekitar 18 juta KPM. 

Apabila kuota nasional belum terpenuhi oleh Desil 1 dan Desil 2, maka Desil 3 dan Desil 4 tetap menjadi bagian dari penerima hingga batas kuota terpenuhi.

3. Pantauan Saldo KKS 20 Februari 2026

Pada 20 Februari 2026 terpantau adanya saldo masuk sebesar Rp600.000 di KKS, khususnya pada rekening Bank BNI milik sejumlah KPM. Nominal Rp600.000 tersebut dikaitkan dengan pencairan komponen PKH.

Nilai tersebut umumnya merujuk pada komponen lansia, penyandang disabilitas berat untuk satu orang, atau gabungan komponen anak sekolah jenjang SD dan SMP. 

Bagi KPM yang sebelumnya telah menerima BPNT kemudian menerima saldo Rp600.000, pencairan tersebut tercatat sebagai komponen bantuan yang berbeda dalam sistem.

4. Status Penyaluran di SIKS-NG

Bagi KPM yang belum menerima pencairan, status dapat dicek melalui SIKS-NG. Jika status sudah tercantum sebagai SI (Standing Instruction), maka bantuan berada pada tahap instruksi penyaluran ke rekening. 

Jika status masih berada pada tahap “Cek Rekening”, maka proses verifikasi dan sinkronisasi data masih berlangsung.

Perkembangan penyaluran bantuan tambahan Februari-Maret 2026, penyesuaian kriteria desil penerima PKH dan BPNT, serta pembaruan saldo KKS menjadi bagian dari dinamika distribusi bansos awal tahun 2026 yang mengacu pada data dan kuota nasional.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #pkh