RADAR BOGOR - Memasuki periode pencairan bantuan sosial (bansos) Tahap 1 alokasi Januari hingga Maret 2026, berbagai informasi mulai beredar luas di masyarakat.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, untuk menghindari kesalahpahaman, penting bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menyaring informasi berdasarkan data resmi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) milik Kementerian Sosial.
Berikut adalah rangkuman fakta terkait isu-isu bansos yang sedang viral saat ini.
1. Benarkah BPNT Cair Dua Kali di Kartu KKS?
Banyak KPM melaporkan adanya saldo masuk dua kali di kartu KKS, terutama nasabah Bank BNI.
Namun, setelah dilakukan penelusuran data, hal tersebut bukanlah pencairan BPNT ganda, melainkan fenomena berikut:
Validasi Sistem: KPM yang semula hanya menerima BPNT (sembako) murni, terpilih oleh sistem untuk mendapatkan bantuan PKH guna memenuhi kuota nasional yang kosong.
Kesalahan Kode Referal: Terdeteksi adanya kendala teknis pada sistem pendataan kode referal di Bank BNI, di mana pencairan BPNT muncul dengan keterangan kode PKH.
Bukan untuk Semua Orang: Bantuan "tambahan" ini hanya berlaku bagi KPM yang masuk dalam daftar penggenapan kuota di wilayah masing-masing, bukan pencairan serentak secara nasional.
2. Status BPNT Tahap 4 Susulan di SIKS-NG
Pertanyaan mengenai pencairan susulan BPNT Tahap 4 (alokasi akhir tahun 2025) masih menjadi topik utama.
Berdasarkan pengecekan sistem per hari ini, status KPM yang belum menerima bantuan tahap tersebut masih tertahan pada posisi "Berhasil Cek Rekening".
Salah seorang pendamping sosial memberikan klarifikasi mengenai hal ini:
"Hingga saat ini, para pendamping sosial di seluruh Indonesia belum menerima instruksi atau informasi resmi dari Kementerian Sosial terkait apakah bantuan Tahap 4 tahun lalu akan dicairkan di awal tahun 2026 ini. Kami masih menunggu keputusan pusat apakah dana tersebut akan disalurkan kembali atau dikembalikan ke kas negara," jelasnya.
KPM diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah kabar di media sosial yang menyebutkan dana tersebut sudah pasti cair, kecuali status di SIKS-NG sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction).
3. Bantuan Pangan Ramadhan: Kesiapan Mencapai 80%
Kabar gembira datang dari sektor bantuan pangan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui akun resminya mengonfirmasi, persiapan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026 telah mencapai 80%.
Detail Bantuan Pangan:
• Sasaran: 33,2 juta KPM yang tergolong dalam tingkat kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4.
• Kategori Penerima: Meliputi KPM PKH Murni, BPNT Murni, maupun KPM PKH plus BPNT.
• Paket Bantuan: Setiap KPM akan menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng (akumulasi untuk alokasi dua bulan sekaligus).
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga selama menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idulfitri.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan pengecekan ke ATM atau agen jika belum mendapatkan informasi resmi dari pendamping desa masing-masing.
Pastikan data Anda tetap valid dan padan dengan data Dukcapil agar proses verifikasi sistem berjalan lancar.
Isu bansos "dobel" adalah hasil dari validasi kuota PKH, bukan kebijakan pencairan ganda secara sengaja.
Sementara itu, bantuan pangan fisik berupa beras dan minyak goreng sedang dalam tahap pematangan logistik dan akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.***
Editor : Eli Kustiyawati