RADAR BOGOR - Per hari ini, 20 Februari 2026, arus pencairan bantuan sosial (bansos) terpantau semakin masif.
Dilansir dari Youtube Diary Bansos, Pemerintah terus menyalurkan bantuan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam daftar susulan tahap pertama, serta memberikan kesempatan bagi penerima bantuan daerah untuk naik kelas menjadi penerima bantuan nasional.
Berikut adalah rangkuman informasi penting terkait progres pencairan di lapangan:
1. Pencairan Susulan BPNT & PKH Tahap 1
Bagi KPM yang saldo KKS-nya masih kosong pada awal bulan lalu, per hari ini bantuan BPNT senilai Rp600.000 (alokasi Januari-Maret) terpantau mulai masuk secara merata di berbagai daerah.
Bank BNI menjadi salah satu bank penyalur yang paling aktif melakukan pengisian saldo pada tanggal 20 Februari ini.
KPM disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala, namun tetap berkoordinasi dengan pendamping sosial.
"Jika ingin memastikan apakah dana sudah masuk atau belum, mintalah pendamping sosial untuk mengecek aplikasi SIKS-NG Online. Apabila status sudah menunjukkan 'SI' (Standing Instruction), maka dana dipastikan sudah tersedia dan bisa segera ditarik melalui ATM atau agen bank terdekat," ujarnya.
2. Distribusi KKS Baru bagi Eks Penerima BLT Kesra
Kabar membahagiakan datang bagi masyarakat yang pada tahun 2025 lalu menerima BLT Kesra senilai Rp900.000.
Pada tahun 2026 ini, banyak dari mereka yang secara resmi dialihkan menjadi penerima bantuan reguler nasional (PKH/BPNT).
Informasi Pengambilan Kartu:
• Lokasi: Distribusi kartu KKS baru terpantau berlangsung di beberapa wilayah, salah satunya di Kecamatan Kaliwiro pada siang hari ini.
• Persyaratan: KPM wajib membawa KTP asli, Kartu Keluarga (KK), dan surat undangan resmi.
Pengambilan kartu tidak dapat diwakilkan untuk menjamin keamanan data dan ketepatan sasaran.
3. Penjelasan Isu "Saldo Dobel" Rp600.000
Media sosial tengah ramai dengan informasi adanya KPM yang menerima saldo masuk dua kali dengan nominal masing-masing Rp600.000. Setelah dilakukan verifikasi, berikut adalah faktanya:
Fenomena ini bukanlah pencairan susulan tahap 4 tahun 2025 yang dirapel, melainkan hasil dari kebijakan Validasi Sistem.
"KPM yang menerima saldo masuk dua kali umumnya adalah penerima BPNT Murni yang secara otomatis sistem diangkat menjadi penerima PKH (biasanya komponen Lansia) pada tahun 2026 ini. Jadi, saldo pertama adalah dana BPNT, dan saldo kedua adalah dana PKH untuk memenuhi kuota nasional," jelas pendamping sosial.
4. Status BPNT Tahap 4 Tahun 2025
Terkait pertanyaan apakah bantuan BPNT yang belum cair di akhir tahun 2025 (Tahap 4) akan dibayarkan pada bulan ini, pihak kementerian masih terus melakukan pemutakhiran data.
Hingga saat ini, belum ada instruksi resmi mengenai pencairan dana sisa tahun lalu tersebut.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah menuntaskan penyaluran Tahap 1 Tahun Anggaran 2026.
Bagi KPM yang belum menerima dana, tetaplah bersabar dan pastikan NIK Anda tetap padan dengan data Dukcapil.
Bagi penerima baru, segera tindak lanjuti surat undangan pengambilan KKS agar bantuan dapat segera dimanfaatkan.***
Editor : Eli Kustiyawati