RADAR BOGOR – Informasi mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) untuk alokasi Januari hingga Maret kembali menghadirkan pembaruan terbaru bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pembahasan terbaru menyoroti isu saldo BPNT yang disebut-sebut cair dua kali, perkembangan status BPNT tahap sebelumnya di sistem, hingga rencana distribusi bantuan pangan tambahan berupa beras dan minyak goreng bagi kelompok desil terbawah.
Seluruh informasi ini penting dipahami secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, isu mengenai BPNT yang disebut cair “double” atau dua kali di kartu KKS menjadi sorotan utama.
Klarifikasi yang beredar menyebutkan bahwa saldo tambahan yang masuk ke rekening sebagian KPM bukanlah pencairan ganda dari program Bantuan Pangan Non-Tunai.
Saldo tersebut muncul sebagai hasil dari proses validasi data penerima.
Dalam mekanisme ini, sistem melakukan pengisian kuota kosong di suatu wilayah, sehingga KPM tertentu dapat terpilih sebagai penerima bantuan tambahan, baik untuk skema BPNT maupun Program Keluarga Harapan.
Selain itu, ditemukan pula kendala administratif pada keterangan transaksi di rekening yang disalurkan melalui Bank Negara Indonesia.
Pada sejumlah kasus, kode referensi pencairan tercatat sebagai “PKH”, padahal dana yang masuk merupakan alokasi BPNT. Perbedaan label ini menimbulkan kebingungan di kalangan penerima.
Penting dicatat bahwa fenomena saldo tambahan tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh Indonesia, melainkan terbatas pada KPM tertentu sesuai ketersediaan kuota dan hasil validasi wilayah masing-masing.
Perkembangan lain yang banyak ditanyakan adalah mengenai status BPNT Tahap 4 untuk alokasi Oktober–Desember tahun sebelumnya.
Berdasarkan pengecekan di sistem SIKS-NG, status bantuan tersebut masih tercantum sebagai “Berhasil Cek Rekening”.
Hingga kini, belum terdapat informasi resmi mengenai kepastian pencairan susulan tahap tersebut.
“Kami sebagai pendamping sosial seluruh Indonesia belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Sosial mengenai BPNT Tahap 4 akan dicairkan atau tidak,” ucap narator melalui kanal YouTube-nya.
Selama status di sistem belum berubah menjadi “eksklusi” atau dikeluarkan, artinya data penerima masih tercatat aktif.
Namun demikian, kepastian jadwal dan mekanisme penyaluran tetap menunggu pengumuman lebih lanjut dari otoritas terkait.
Di sisi lain, mengutip dari kanal YouTube Diary Bansos, terdapat agenda penyaluran bantuan pangan tambahan bagi KPM yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam basis data kesejahteraan sosial.
Bantuan ini berbentuk paket kebutuhan pokok untuk alokasi Februari dan Maret 2026, masing-masing berupa 20 kilogram beras dan total 4 liter minyak goreng.
Sasaran program diperkirakan menjangkau sekitar 33,2 juta KPM, termasuk penerima PKH murni, BPNT murni, maupun yang menerima keduanya sekaligus.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pangan Nasional, tingkat kesiapan penyaluran bantuan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.***
Editor : Eli Kustiyawati