RADAR BOGOR – Gelombang informasi viral kembali mengguncang para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Di tengah suasana bulan Ramadhan dan hari libur, berbagai kabar beredar cepat di media sosial mengenai pencairan bantuan sosial, seperti PKH dan BPNT tahap pertama.
Banyak penerima manfaat mendadak ramai-ramai mengecek saldo kartu KKS mereka setelah mendengar isu yang diklaim sebagai kabar terbaru pencairan bansos.
Namun, setelah dicek langsung, banyak yang justru menemukan saldo tetap kosong.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kabar viral tersebut benar atau hanya informasi menyesatkan yang sengaja disebarkan?
Berikut lima kabar viral yang ramai dibicarakan beserta fakta sebenarnya:
1. Isu BLT Kesra Akan Cair Lagi
Kabar pertama menyebutkan bantuan BLT Kesra akan kembali disalurkan pada tahun 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, faktanya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait pencairan kembali bantuan tersebut.
Dalam paket stimulus terbaru yang diumumkan pemerintah, tidak ada komponen program BLT Kesra yang disebutkan.
Artinya, kabar ini belum memiliki dasar informasi resmi dan tidak dapat dipastikan kebenarannya.
2. Bonus Penebalan Rp400.000 untuk Semua KPM
Isu kedua mengklaim seluruh KPM akan mendapatkan tambahan saldo Rp400.000 sebagai bonus menjelang hari raya.
Namun, berdasarkan data sistem penyaluran bansos, belum ada status yang menunjukkan adanya penebalan bantuan dengan nominal tersebut.
Dengan kata lain, kabar ini juga belum terbukti benar.
3. Desil 5 Masih Bisa Terima Bantuan
Banyak penerima manfaat dari kelompok desil 5 berharap tetap bisa menerima bantuan tahap pertama.
Kenyataannya, sesuai regulasi terbaru, KPM yang masuk kategori desil 5 dinyatakan tidak lagi menerima bantuan sampai dilakukan pembaruan data ekonomi melalui survei resmi.
Status mereka umumnya tercatat sebagai “exclude” karena perubahan tingkat kesejahteraan.
4. BPNT Tahap 4 Disebut Sudah Cair
Isu ini termasuk yang paling ramai beredar. Sebagian orang mengaku melihat status bantuan sudah “SI” dan mengira dana tahap keempat sudah cair.
Faktanya, status tersebut merujuk pada pencairan tahap sebelumnya, yakni Desember 2025.
Untuk tahap keempat tahun berjalan, status masih berada pada tahap pengecekan rekening dan nominal bantuan belum muncul.
5. BPNT Disebut Cair Dua Kali
Kabar paling viral menyebutkan bantuan BPNT tahap pertama cair dua kali.
Setelah ditelusuri, hal ini terjadi karena sebagian KPM menerima bantuan tambahan berupa validasi program lain.
Misalnya, penerima PKH murni mendapatkan tambahan saldo komponen pendidikan atau sebaliknya.
Tambahan ini bukan pencairan ganda, melainkan bantuan validasi lintas program yang jumlahnya bisa mencapai Rp600.000, tergantung komponen dan kuota wilayah.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar hanya mempercayai informasi resmi dari sumber pemerintah, seperti Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Banyak informasi viral dibuat demi menarik perhatian tanpa verifikasi data yang jelas.
Kesimpulannya, sebagian besar kabar viral yang beredar saat ini belum terbukti benar.
Masyarakat diminta tidak terburu-buru percaya dan selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi agar tidak terjebak hoaks bansos.***
Editor : Eli Kustiyawati