RADAR BOGOR - Gelombang informasi kurang tepat terkait bantuan sosial (bansos) terpantau meningkat tajam di tengah bulan suci Ramadhan 2026.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diminta untuk tidak mudah tergiur oleh unggahan viral di media sosial yang mengeklaim adanya saldo tambahan fantastis.
Segera lakukan langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama pendamping sosial atau mengecek sistem SIKS-NG secara mandiri agar Anda tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan.
Maraknya Isu BLT Kesra dan Bonus THR Rp400 Ribu Tanpa Dasar
Mengutip dari kanal YouTube Cek Bansos, jagat maya, khususnya platform TikTok dan grup Facebook, sedang dihebohkan oleh kabar penebalan bantuan senilai Rp400.000 yang disebut sebagai Bonus THR khusus Ramadhan 2026.
Selain itu, muncul pula isu kembalinya BLT Kesra. Namun, berdasarkan pantauan pada sistem aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation) hingga hari ini, tidak ditemukan adanya menu pencairan atau alokasi dana untuk kedua bantuan tersebut.
Baca Juga: Pemutakhiran Data Bansos 2026, Karang Taruna Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bantuan yang Tepat Sasaran
Masyarakat harus memahami bahwa setiap kebijakan stimulus pemerintah wajib melalui pengumuman resmi kementerian, bukan sekadar unggahan akun anonim.
Mengapa KPM Desil 5 Dihentikan Bantuan Secara Mendadak?
Banyak keluhan muncul dari KPM yang biasanya menerima bantuan namun kini mendapati saldo KKS-nya kosong. Berdasarkan regulasi pemutakhiran data tahun 2026, individu yang masuk dalam kategori Desil 5 kini ditetapkan sebagai kelompok Exclude.
Hal ini terjadi karena indikator kesejahteraan keluarga tersebut dianggap telah melampaui ambang batas kemiskinan (naik kelas).
Jika Anda merasa ada kesalahan dalam penilaian ekonomi tersebut, Anda berhak mengajukan sanggah melalui operator desa untuk dijadwalkan survei ulang oleh petugas DTKS.
Jika Anda merasa ada kesalahan dalam penilaian ekonomi tersebut, Anda berhak mengajukan sanggah melalui operator desa untuk dijadwalkan survei ulang oleh petugas DTKS.
Menteri Sosial juga menjelaskan ketersediaan platform digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas secara terbuka.
Baca Juga: Buka Puasa Bersama ICMI, Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Pemerintah
“Ada aplikasi cek bansos dimana semua masyarakat bisa melakukan usul sanggah disitu,” ujar Mensos Saifullah Yusuf dilansir dari instagram @kemensosri.
Waspada Manipulasi Status SI pada BPNT Tahap 4
Isu yang tak kalah viral adalah klaim bahwa BPNT tahap 4 sudah mulai cair karena muncul status Standing Instruction (SI).
Setelah ditelusuri, cuplikan layar status SI yang beredar ternyata merupakan data lama dari periode Desember 2025 yang sengaja diunggah ulang oleh oknum demi konten.
Faktanya, untuk pencairan BPNT tahap 4 tahun 2026, status saat ini masih berada pada fase Berhasil Cek Rekening. Perlu waktu beberapa hari hingga tahap tersebut berubah menjadi SPM, SP2D, lalu SI sebelum uang benar-benar masuk ke kartu KKS.***
Editor : Asep Suhendar