Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan Bansos PKH BPNT Awal 2026 Meningkat, 3 Juta KPM Baru, Realisasi Triliunan Rupiah Ditambah Bantuan Tambahan

Ira Yulia Erfina • Senin, 23 Februari 2026 | 17:08 WIB

Ilustrasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.
Ilustrasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.

RADAR BOGOR - Pemutakhiran pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap pertama tahun 2026 menunjukkan progres signifikan pada awal tahun. 

Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap dengan fokus pada perluasan penerima, percepatan realisasi anggaran triwulan I, serta penambahan bantuan pangan bagi kelompok desil terbawah. 

Dilansir dari kanal Youtube Diary Bansos, Senin, 23 Februari 2026, data yang disampaikan memuat rincian jumlah penerima, nilai realisasi, hingga mekanisme teknis pembukaan rekening bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru.

1. Pencairan untuk Penerima Baru

Sekitar 3 juta KPM baru dijadwalkan menerima bantuan pada periode awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026. Rinciannya terdiri dari 1 juta KPM baru untuk PKH dan 2 juta KPM baru untuk BPNT. 

Saat ini, para penerima baru tersebut masih dalam proses Pembukaan Rekening Kolektif (Burkol) serta pendistribusian kartu KKS. 

Proses administrasi ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan sepenuhnya ke rekening masing-masing penerima.

2. Realisasi Penyaluran Triwulan I 2026

Penyaluran bansos triwulan I tahun 2026 telah mencapai lebih dari 85 persen dengan total realisasi anggaran melampaui Rp15 triliun. 

Untuk PKH, bantuan telah tersalurkan kepada sekitar 9,9 juta KPM atau 89,4 persen dari target 10 juta KPM. Sementara itu, BPNT atau bantuan sembako telah diterima oleh lebih dari 15 juta KPM, setara 86,9 persen dari target 18,2 juta KPM. 

Angka tersebut menunjukkan progres distribusi yang telah berjalan pada sebagian besar sasaran penerima di awal tahun anggaran.

Baca Juga: 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dinilai Moncer: Lingkungan, Infrastruktur hingga Pendidikan Jadi Sorotan

3. Klarifikasi Saldo Rp600.000

Terkait informasi mengenai saldo BPNT sebesar Rp600.000 yang disebut cair dua kali, dijelaskan bahwa nominal tersebut umumnya merupakan kombinasi bantuan BPNT dan PKH dalam satu periode pencairan. 

“tidak semua yang masuk itu saldo bantuan BPNT, tapi salah satunya adalah saldo bantuan PKH,” Ungkap narator dalam kanal Youtube tersebut.

Kondisi ini terjadi pada KPM yang termasuk dalam penggenapan kuota 10 juta penerima PKH tahun 2026, sehingga dalam satu waktu menerima akumulasi dua jenis bantuan pada kartu KKS yang sama.

4. Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Tambahan bantuan pangan juga disiapkan bagi KPM yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4, dengan cakupan sekitar 35 juta KPM. 

Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret, serta minyak goreng sebanyak 4 liter. 

Sasaran penerima disebut kemungkinan besar berasal dari kelompok yang sebelumnya tercatat sebagai penerima BLT Kesra, sehingga penyaluran difokuskan pada kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

5. Bansos Khusus Wilayah Bencana

Selain penyaluran reguler, bantuan juga dialokasikan bagi wilayah terdampak bencana. Dana sebesar Rp1,8 triliun telah disalurkan kepada sekitar 1,7 juta KPM di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Di samping itu, disiapkan anggaran bansos adaptif lebih dari Rp2 triliun yang diperuntukkan bagi santunan kematian, jaminan hidup, serta dukungan pemulihan ekonomi pascabencana.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #kpm #bansos #pkh