RADAR BOGOR — Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, kabar menggembirakan datang bagi jutaan keluarga prasejahtera di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan sosial atau bansos tahap pertama terus dipercepat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak.
Dilansir dari laman kemensos.go.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah mulai cair secara bertahap sejak awal Ramadhan.
Hingga akhir Februari 2026, realisasi penyaluran triwulan pertama bahkan telah melampaui 85 persen atau lebih dari Rp15 triliun.
Hampir 1 Juta PKH dan 2 Juta BPNT Penerima Baru
Kementerian Sosial mencatat adanya tambahan besar penerima manfaat pada tahun ini.
Sekitar 1 juta keluarga baru masuk sebagai penerima PKH, sementara hampir 2 juta keluarga lainnya menjadi penerima baru BPNT.
Penambahan ini merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Namun, sebagian besar penerima baru tersebut masih dalam proses pembukaan rekening kolektif dan distribusi kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), sehingga pencairan membutuhkan waktu sekitar 1–2 bulan.
Bantuan disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Bank Syariah Indonesia.
Realisasi Penyaluran Sudah Tinggi
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, untuk program PKH, bantuan telah tersalurkan kepada sekitar 9,4 juta keluarga dengan nilai lebih dari Rp6 triliun atau sekitar 89 persen dari target triwulan pertama.
Sementara itu, BPNT atau bantuan sembako telah diterima oleh lebih dari 15 juta keluarga dengan total anggaran sekitar Rp9 triliun atau hampir 87 persen dari target.
Secara keseluruhan pada 2026:
- PKH dialokasikan untuk 10 juta keluarga.
- BPNT menyasar sekitar 18,2 juta keluarga.
- Penyaluran dilakukan bertahap sepanjang tahun.
Bantuan Pangan Tambahan: Beras dan Minyak Goreng
Tak hanya bantuan reguler, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan tambahan bagi keluarga pada kelompok ekonomi terbawah (desil 1 hingga 4). Bantuan tersebut berupa:
- 20 kilogram beras (dua karung).
- 4 liter minyak goreng.
Alokasi bantuan diberikan untuk dua bulan, yaitu Februari–Maret 2026.
Jumlah penerima bantuan pangan ini diperkirakan mencapai sekitar 35 juta keluarga, mirip dengan penerima program BLT sebelumnya.
Distribusi bantuan pangan akan dilakukan oleh Perum Bulog secara bertahap ke berbagai daerah.
Wilayah Terdampak Bencana Juga Diprioritaskan
Kementerian Sosial turut menyalurkan bantuan khusus bagi daerah yang terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Total bantuan mencapai Rp1,8 triliun untuk sekitar 1,7 juta keluarga.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bansos adaptif pascabencana dengan anggaran lebih dari Rp2 triliun, mencakup:
- Santunan kematian.
- Bantuan isi hunian.
- Jaminan hidup.
- Pemulihan sosial ekonomi.
Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap masyarakat rentan dapat melewati Ramadhan dan Idulfitri dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil.***
Editor : Eli Kustiyawati