RADAR BOGOR – Memasuki pekan terakhir Februari 2026, jagat media sosial diramaikan dengan laporan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengenai masuknya saldo bantuan sosial (bansos) ke kartu KKS.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, laporan ini memicu spekulasi mengenai adanya pencairan bansos susulan untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Berikut adalah rangkuman fakta dan pantauan lapangan terkait isu pencairan bantuan tersebut:
1. Pantauan Transaksi di Berbagai Bank Penyalur
Berdasarkan bukti transaksi yang dibagikan oleh masyarakat pada 22 dan 23 Februari 2026, terdapat aktivitas penarikan saldo dengan nominal Rp600.000 di beberapa wilayah:
- Bank BRI (Jawa Barat): Terpantau laporan penarikan tunai di unit Tambakdahan pada pagi hari, 23 Februari. KKS yang digunakan merupakan kartu terbitan 2020.
- Bank BNI (Jakarta): Laporan serupa muncul dari wilayah Cempaka Raya, Jakarta, yang menunjukkan adanya saldo masuk pada Minggu dan Senin.
- Bank BSI (Aceh): KPM di wilayah Aceh melaporkan adanya keterangan transaksi bantuan sosial pada struk Bank BSI dengan nominal yang sama, yakni Rp600.000.
2. Analisis Nominal dan Status Bantuan
Nominal Rp600.000 yang masuk secara serentak ini memicu beragam penafsiran.
Secara teknis, angka tersebut sesuai dengan akumulasi bantuan BPNT untuk tiga bulan, yaitu Januari, Februari, dan Maret.
Namun, ada beberapa poin penting yang perlu dicatat oleh KPM:
- Validasi data: Saldo tersebut diyakini merupakan pencairan susulan termin 2 bagi KPM yang datanya baru tervalidasi atau sempat mengalami kendala pada periode awal.
- KPM PKH plus BPNT: Ada laporan bahwa saldo masuk pada kartu KKS terbitan 2025 yang memiliki komponen ganda (PKH dan BPNT).
KPM diminta memastikan apakah dana tersebut merupakan komponen PKH yang baru cair atau memang murni dana sembako.
3. Imbauan bagi KPM: Tetap Tenang dan Verifikasi
Meski banyak bukti struk yang beredar, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyerap informasi.
Hingga saat ini, keaslian setiap laporan masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui sistem resmi kementerian.
Masyarakat disarankan untuk melakukan pengecekan secara mandiri terlebih dahulu melalui mesin ATM atau mobile banking sebelum datang ke bank guna menghindari antrean panjang akibat informasi yang belum terkonfirmasi secara nasional.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Saldo Belum Cair
- Cek SIKS-NG: Hubungi pendamping sosial atau operator desa untuk mengecek apakah status Anda sudah menunjukkan “SI” (Standing Instruction).
- Pastikan kondisi kartu: Pastikan kartu KKS tidak rusak dan PIN masih berlaku.
- Pantau aplikasi Cek Bansos: Lakukan pengecekan berkala melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Fenomena saldo masuk Rp600.000 pada akhir Februari ini memberikan harapan bagi KPM yang belum menerima bantuan pada termin pertama.
Namun, karena penyaluran bansos dilakukan secara bertahap antarwilayah dan bank penyalur, perbedaan waktu pencairan merupakan hal yang wajar.***
Editor : Eli Kustiyawati