Berikut 3 Ciri KPM Bansos yang Beruntung Terima Saldo KKS Cair Ganda di Bulan Ramadhan, Nominalnya Sampai Jutaan Rupiah
Mutia Tresna Syabania• Selasa, 24 Februari 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi KKS milik KPM yang digunakan untuk mencairkan bansos.
RADAR BOGOR - Memasuki bulan Ramadan 1447 H, jagat media sosial diramaikan dengan laporan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapati saldo bantuan sosial (bansos) masuk dua kali lipat ke dalam kartu KKS (Keluarga Sejahtera).
Dilansir dari Youtube Pendamping Sosial, laporan tersebut bervariasi, mulai dari KPM yang menerima nominal Rp1,5 juta hingga tambahan Rp600.000 dalam waktu berdekatan.
Fenomena saldo bansos dobel ini bukanlah sebuah kesalahan sistem, melainkan dampak dari beberapa kebijakan teknis dan integrasi data yang sedang berjalan.
Berikut adalah tiga kriteria atau ciri kartu KKS yang berpotensi menerima saldo ganda pada periode ini:
1. KPM PKH Murni yang Mendapatkan Validasi BPNT
Ciri pertama adalah KPM yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) saja.
Pada Tahap 1 tahun 2026 ini, banyak KPM PKH murni yang secara resmi divalidasi oleh sistem menjadi penerima bantuan komplementer berupa BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).
Dana PKH (yang nominalnya bervariasi sesuai komponen keluarga) cair terlebih dahulu, kemudian disusul oleh saldo BPNT sebesar Rp600.000 (alokasi tiga bulan).
2. KPM BPNT Murni yang Masuk Validasi PKH
Sebaliknya, ciri kedua adalah penerima BPNT murni yang sebelumnya hanya menerima bantuan sembako.
Melalui proses pemutakhiran data, KPM ini dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima PKH baru.
Saldo Rp600.000 masuk terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh saldo PKH yang jumlahnya menyesuaikan kategori dalam keluarga (seperti lansia, anak sekolah, atau balita).
3. KPM yang Menerima Dana "Susulan" Tahun 2025
Ciri ketiga ini cukup unik karena melibatkan dana dari tahun anggaran sebelumnya.
Beberapa KPM yang kepesertaannya aktif tapi sempat mengalami kendala Burekol (Buka Rekening Kolektif) pada akhir 2025, baru menerima haknya di awal 2026 ini.
KPM menerima pencairan BPNT/PKH Tahap 1 2026, lalu dalam waktu beberapa hari, saldo BPNT Tahap 4 tahun 2025 (yang seharusnya cair Desember lalu) ikut masuk sebagai dana susulan.
Masyarakat diingatkan untuk lebih proaktif mengecek saldo secara berkala, minimal satu minggu sekali.
Perlu dipahami, pemerintah memberlakukan aturan ketat terkait masa pengendapan dana di kartu KKS.
"Untuk batas waktu pengambilan bansos PKH maupun BPNT, adalah 30 hari sejak dana masuk ke rekening KKS. Jika dalam jangka waktu tersebut dana tidak segera ditarik, maka saldo akan dikembalikan ke kas negara," kata narator dalam Youtube Pendamping Sosial.
Terkait maraknya isu akan ada pencairan BLT Kesra senilai Rp900.000 atau bonus bansos tambahan Rp400.000 menjelang Idulfitri, masyarakat diminta untuk waspada dan bijak.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kedua jenis bantuan tersebut di tahun 2026.
Satu-satunya bantuan tambahan yang sudah terkonfirmasi sebagai paket stimulus Ramadan adalah bantuan pangan berupa:
Bagi sekitar 3 juta KPM yang sebelumnya mencairkan bansos melalui Kantor Pos dan kini sedang dalam proses migrasi ke Kartu KKS (Bank Himbara), status saat ini sudah berada pada tahap finalisasi Burekol.
Artinya, pendistribusian kartu KKS baru akan segera dilakukan dalam waktu dekat, dan bantuan akan langsung ditransfer ke kartu tersebut.
Fenomena saldo cair dua kali merupakan rezeki bagi KPM yang masuk dalam kategori validasi baru atau penerima dana susulan.
Tetaplah memantau informasi dari pendamping sosial masing-masing untuk memastikan keakuratan data bansos Anda.***