RADAR BOGOR - Kabar mengejutkan beredar di kalangan penerima bantuan sosial (bansos) dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disebut-sebut kembali cair pada 23 Februari 2026.
Informasi ini ramai dibagikan melalui berbagai unggahan bukti struk transaksi dari sejumlah kartu KKS milik penerima.
Namun, pertanyaannya kini menjadi perbincangan hangat, apakah pencairan saldo bansos ini benar resmi dari pemerintah, atau sekadar kabar yang belum terverifikasi?
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Infrastruktur Bekasi, Gubernur Jawa Barat: Drainase Bersih hingga Jalan Berlapis Hotmix Jadi Prioritas
Salah satu bukti yang beredar menunjukkan transaksi penarikan tunai Rp600.000 menggunakan KKS keluaran 2020 melalui layanan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Pada struk tersebut tercatat tanggal 23 Februari 2026 dengan lokasi unit layanan di Tambak Dahan.
Nomor kartu yang tertera disebut cocok dengan data penerima, sehingga memicu spekulasi bahwa pencairan susulan memang sedang berlangsung.
Baca Juga: Viral Momen Dua Mahasiswi Bawa Bunga Disapa Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kebun Raya Bogor Berujung Diberi Uang
Tak hanya itu, unggahan lain menampilkan bukti transaksi bansos senilai Rp600.000 dari rekening KKS yang terhubung dengan Bank Negara Indonesia.
Tanggal pada struk menunjukkan 22 Februari 2026.
Penerima yang membagikan informasi tersebut mengaitkannya dengan komponen bantuan PKH plus BPNT tahap tambahan.
Baca Juga: Warga Bogor yang Mau Buka Puasa Gratis, Wajib Samperin 5 Masjid di Jakarta Ini, Bisa Sekalian Jalan-jalan di Akhir Pekan
Dilansir dari kanak YouTube Arfan Saputra Channel, kabar serupa juga datang dari wilayah Aceh, di mana seorang penerima mengaku saldo bantuan masuk melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) pada pagi hari tanggal 23 Februari 2026.
Struk transaksi mencantumkan nominal Rp600.000 dengan keterangan berhasil melakukan transaksi bansos.
Sementara itu, laporan lain menyebutkan pencairan di wilayah Jakarta sehari sebelumnya, yakni 22 Februari 2026.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Jual Beli Parcel Buah di Instagram Jelang Lebaran, Setelah Korban Transfer Uang dan Minta Dikirim ke Bogor, Pelaku Menghilang
Bukti yang beredar memperlihatkan penarikan tunai dengan jumlah yang sama, memperkuat dugaan bahwa dana yang cair merupakan BPNT susulan termin kedua bagi penerima yang sebelumnya belum menerima.
Meski bukti-bukti transaksi tampak meyakinkan, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari instansi pemerintah terkait apakah pencairan tersebut benar merupakan penyaluran tahap lanjutan.
Beberapa pihak mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi resmi.
Baca Juga: Kabar Gembira, Tak Hanya Bansos Reguler, KPM BPNT dan PKH Berpotensi Terima 3 Bantuan Tambahan Sekaligus
Pasalnya, beredarnya tangkapan layar struk totransaksi bisa saja berasal dari pencairan tahap sebelumnya, bantuan jenis lain, atau bahkan hasil suntingan digital.
Tanpa pengumuman resmi, status pencairan masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
Para penerima manfaat disarankan untuk:
• Mengecek saldo langsung melalui ATM atau agen resmi.
• Memastikan informasi hanya dari sumber pemerintah.
• Tidak mudah menyebarkauun kabar yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Banyak Alih Fungsi Lahan di Bekasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Giliran Normalisasi Marah-marah
Jika benar pencairan susulan sedang berlangsung, biasanya penyaluran dilakukan bertahap sesuai wilayah dan bank penyalur.
Oleh karena itu, perbedaan waktu masuknya dana antar daerah masih dianggap wajar.
Kabar BPNT Rp600.000 cair lagi memang ramai beredar dan didukung sejumlah bukti struk transaksi dari berbagai daerah.
Namun hingga ada pengumuman resmi, informasi tersebut masih berstatus laporan warga dan belum bisa dipastikan sepenuhnya.
Baca Juga: Berkah Ramadhan, Bansos PKK BPNT Tahap 1 hingga BLT Dana Desa Disalurkan Bertahap Mulai Pekan Ini
Masyarakat diminta tetap waspada, sabar menunggu kepastian, dan rutin mengecek rekening masing-masing.***