RADAR BOGOR - Pemerintah kembali memperbarui perkembangan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap pertama tahun 2026.
Dikutip melalui kanal Diary Banos bahwa pada periode triwulan Januari hingga Maret ini, proses distribusi terus berjalan dengan capaian yang diklaim telah melampaui 85 persen dari total anggaran yang disiapkan.
Nilai penyaluran bansos pada tahap awal tersebut mencapai sekitar Rp15 triliun dan ditujukan untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memenuhi kebutuhan dasar, termasuk selama bulan Ramadhan.
Pada tahap pertama 2026, terdapat penambahan sekitar 3 juta KPM baru. Rinciannya, sebanyak 1 juta keluarga masuk sebagai penerima PKH dan 2 juta lainnya sebagai penerima BPNT.
Para penerima baru ini masih menjalani tahapan administratif berupa pembukaan rekening secara kolektif (burekol) dan proses distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Proses tersebut diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan sebelum bantuan dapat dicairkan secara penuh melalui bank penyalur yang tergabung dalam Himbara serta BSI.
Dari sisi realisasi, penyaluran PKH tahap pertama telah menjangkau sekitar 8,9 juta KPM atau setara 89,4 persen dari total sasaran.
Di sisi lain, program BPNT sudah menjangkau lebih dari 15 juta Keluarga Penerima Manfaat, dengan tingkat realisasi penyaluran yang telah mendekati 87 persen dari total sasaran tahap pertama.
“Dan untuk BPNT telah tersalurkan lebih untuk 15 juta KPM,” ungkap narator dalam kanal Youtube Diary Bansos.
Angka ini menunjukkan sebagian besar penerima lama telah menerima haknya, sedangkan penerima baru masih menunggu penyelesaian administrasi perbankan.
Terkait informasi yang beredar mengenai saldo Rp600.000 di KKS, terdapat klarifikasi bahwa nominal tersebut bukan merupakan pencairan BPNT dua kali.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari bantuan BPNT dan PKH bagi KPM yang termasuk dalam penggenapan kuota 10 juta penerima PKH pada tahun 2026.
Dengan demikian, saldo yang terlihat lebih besar berasal dari dua komponen bantuan yang dicairkan dalam waktu berdekatan.
Selain bantuan tunai, terdapat pula bantuan pangan tambahan bagi KPM yang berada pada kategori Desil 1 hingga Desil 4. Bentuk bantuannya meliputi 20 kilogram beras atau setara dua karung serta 4 liter minyak goreng.
Alokasi tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan bulan Februari dan Maret 2026 dan disalurkan secara bertahap melalui Perum Bulog.
Jumlah penerima bantuan pangan ini diperkirakan mencapai 35 juta KPM dengan kriteria yang mengacu pada skema penerima bantuan sosial sebelumnya.
Di sisi lain, penyaluran bantuan juga menyasar wilayah terdampak bencana. Total bantuan senilai Rp1,8 triliun telah disalurkan kepada sekitar 1,7 juta KPM di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, disiapkan pula bansos adaptif sebesar Rp2 triliun yang diperuntukkan bagi santunan kematian, bantuan hunian, serta dukungan pemulihan ekonomi pascabencana.***
Editor : Asep Suhendar