Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa, Mensos Ingatkan Kepala Daerah Punya Peran Penting Tentukan Kategori Desil

Eka Rahmawati • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:13 WIB

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para kepala daerah memastikan akurasi data penerima bansos mulai dari tingkat desa.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para kepala daerah memastikan akurasi data penerima bansos mulai dari tingkat desa.

RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para kepala daerah untuk bersama-sama memastikan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) dimulai dari tingkat desa.

Ajakan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan audiensi dari empat kepala daerah, yakni Wali Kota Padang Fadly Amran, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Bupati Sigi Rozal Intjenae, serta Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin, 23 Februari 2026 lalu.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN Cukup Pakai NIK, Warga Bogor Segera Coba

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa kepala daerah, khususnya bupati, memiliki kewenangan penting dalam menentukan kategori desil masyarakat penerima bantuan. Seluruh data, menurutnya, bersumber dari daerah sebelum kemudian diverifikasi kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bupati memiliki kekuasaan besar menentukan desil, semua data berasal dari daerah, lalu kemudian dicek kembali oleh BPS," ujar Gus Ipul dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos).

Untuk mendukung ketepatan data tersebut, Gus Ipul meminta dinas sosial di setiap wilayah memperkuat koordinasi hingga ke tingkat desa. Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran data dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur formal melalui RT dan RW, serta jalur partisipatif melalui mekanisme usul dan sanggah yang tersedia di aplikasi Cek Bansos.

Selain itu, Kementerian Sosial juga membuka berbagai kanal partisipasi masyarakat dalam proses pembaruan data.

Baca Juga: 15 Titik Lokasi Wifi Gratis di Kota Bogor Salah Satunya Alun-Alun, Cara Aksesnya Gampang Banget, yuk Manfaatkan

Mekanisme tersebut meliputi penggunaan aplikasi SIKS NG oleh operator desa dan dinas sosial, verifikasi lapangan (ground check) oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), petugas BPS, dan pemerintah daerah, layanan Call Center Kemensos 171, hingga pengaduan melalui layanan WhatsApp resmi.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa setiap Posyandu desa memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang berfungsi sebagai tempat menerima berbagai keluhan masyarakat. Selain menjadi pusat pengaduan, Puskesos juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang koordinasi bagi para pendamping sosial.

Baca Juga: Bansos PKH dan Sembako Cair Bertahap di Awal Ramadhan, Kemensos Sudah Salurkan Rp15 Triliun untuk KPM pada Triwulan Pertama

Ia menekankan pentingnya keseriusan seluruh kepala daerah dalam mengawal proses pemutakhiran data hingga tahap pengesahan akhir.

Menanggapi hal tersebut, para kepala daerah secara serentak menyatakan kesiapan dan komitmen mereka untuk mengawal seluruh tahapan pembaruan data penerima bantuan sosial.

Editor : Eka Rahmawati
#mensos #Desil #bansos