KPM Bansos PKH dan BPNT Wajib Tahu, Gabung Koperasi Desa Merah Putih Jadi Kunci Mandiri Ekonomi Mulai Februari 2026
Kholikul Ihsan• Kamis, 26 Februari 2026 | 06:39 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri penandatanganan kerjasama bersama kementerian koperasi.
RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial kini tidak lagi hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima pasif bantuan sosial (bansos), melainkan mendorong mereka untuk bertransformasi menjadi pemilik usaha melalui ekosistem Koperasi Desa Merah Putih.
Langkah besar ini dimulai pada Februari 2026 sebagai strategi nasional untuk memutus rantai kemiskinan secara permanen.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, memberikan penegasan bahwa bantuan sosial (Bansos) tidak boleh menjadi solusi tunggal yang membuat masyarakat bergantung selamanya. Dalam kunjungan kerjanya, beliau menyampaikan bahwa penguatan koperasi desa akan menjadi jalur utama pemberdayaan ekonomi, melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Targetnya tidak main-main, sekitar 18 juta KPM yang selama ini terdaftar dalam program PKH dan BPNT akan didorong untuk masuk dan aktif menjadi anggota koperasi. Dengan bergabung dalam koperasi, para KPM memiliki akses kolektif terhadap modal, pasar, dan pelatihan yang selama ini sulit dijangkau secara perorangan.
“Sekitar 18 juta KPM akan didorong menjadi anggota koperasi desa merah putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan,” tegas Mensos Saifullah Yusuf, dikutip dari instagram @kemensosri.
Sebagai bukti nyata bahwa program ini bukan sekadar wacana, Kemensos telah meluncurkan proyek percontohan di Desa Renjang, Kabupaten Serang. Sebanyak 67 unit kandang ayam diserahkan kepada KPM setempat. Uniknya, bantuan ini bersifat komplit atau ready-to-use:
1. Aset: 24 ekor ayam siap bertelur per kandang.
2. Operasional: Pasokan pakan dan vitamin yang mencukupi untuk keberlanjutan usaha.
3. Output: Hasil telur dapat dikonsumsi untuk gizi keluarga (mencegah stunting) maupun dijual melalui koperasi desa untuk menambah pendapatan harian.
Langkah ini merupakan kerja sama kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menekankan bahwa pemerintah kini bergerak serentak.
Program pangan, pendidikan, dan koperasi desa diintegrasikan untuk memastikan percepatan pengentasan kemiskinan.
Strategi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino di mana desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek ekonomi yang mandiri melalui dana desa yang dikelola secara produktif.***