RADAR BOGOR - Fenomena saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terisi dua kali dalam periode Februari hingga Maret 2026 menjadi perhatian banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sejumlah penerima bantuan sosial (bansos) mendapati adanya tambahan dana meskipun sebelumnya telah melakukan pencairan di awal Februari.
Kondisi ini berkaitan dengan proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang masih berlangsung serta adanya penyesuaian data penerima berdasarkan hasil verifikasi terbaru.
Dilansir dari laman resmi Kemensos.go.id, pada tahap penyaluran awal tahun 2026, pemerintah menetapkan target 10 juta KPM untuk PKH dan 18 juta KPM untuk BPNT.
Hingga mendekati akhir Februari, progres pencairan PKH telah mencapai 89 persen, sementara BPNT berada di angka 91 persen. Seluruh penyaluran ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum Lebaran.
Proses distribusi bantuan melalui perbankan dilakukan secara bertahap dengan urutan dimulai dari Bank Syariah Indonesia, kemudian Bank Mandiri, disusul Bank Rakyat Indonesia, dan terakhir Bank Negara Indonesia.
Perbedaan waktu pencairan di setiap bank inilah yang turut memengaruhi kapan dana masuk ke rekening masing-masing KPM.
Kemudian, dikutip dari kanal Youtube Pendamping Sosial, terdapat dua kategori utama KPM yang tercatat menerima bansos dua kali dalam periode ini.
“ada 2 ciri KPM yang bisa mendapatkan bantuan ganda,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.
Pertama adalah KPM BPNT murni yang sebelumnya hanya menerima bantuan senilai Rp600.000, namun kemudian memperoleh tambahan saldo mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.500.000.
Penambahan ini terjadi karena adanya proses validasi data terbaru. Setelah verifikasi, sebagian keluarga diketahui memiliki komponen yang memenuhi syarat sebagai penerima PKH, seperti ibu hamil, balita, lanjut usia, anak sekolah, atau penyandang disabilitas.
Selain itu, mereka juga berada dalam kelompok ekonomi desil 1 sampai desil 4 sehingga berhak masuk dalam skema bantuan tambahan tersebut.
Kategori kedua adalah KPM PKH murni yang sebelumnya tidak terdaftar sebagai penerima BPNT, tetapi kemudian memperoleh tambahan saldo Rp600.000. Tambahan ini diberikan dalam bentuk BPNT komplementer.
Skema tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kuota nasional penerima BPNT yang telah ditetapkan, sehingga sebagian penerima PKH masuk sebagai penerima tambahan bantuan pangan non-tunai.
Ditambah dari informasi yang dilansir dari kanal Youtube Diary Bansos, selain bantuan dalam bentuk saldo KKS, terdapat pula rencana penyaluran bansos tambahan menjelang Lebaran. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Sasaran penerima diperkirakan mencapai sekitar 33,2 juta orang yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan berada pada kelompok ekonomi desil 1 hingga desil 4.
Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian bantuan sosial awal tahun yang difokuskan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.***
Editor : Asep Suhendar