Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gandeng Badan Gizi Nasional, Simak Skema Baru Program Bantuan Permakanan Kemensos untuk Lansia dan Disabilitas

Kholikul Ihsan • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:58 WIB

Ilustrasi. Pemberian makan Kemensos untuk lansia dan disabilitas.
Ilustrasi. Pemberian makan Kemensos untuk lansia dan disabilitas.

RADAR BOGOR - Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga lanjut usia (lansia) atau penyandang disabilitas, saatnya memastikan data kepesertaan sosial aktif. Pemerintah baru saja mematangkan sinergi besar antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sinergi Kemensos dan Badan Gizi Nasional, berkaitan dengan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan juga penyandang disabilitas yang diantar sampai langsung ke pintu rumah Anda.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menggandeng Kepala Badan Gizi Nasional, Prof. Dadan Hindayana, untuk transformasi program Permakanan lansia dan disabilitas yang sebelumnya dikelola mandiri oleh Kemensos, kini diperkuat dengan standar gizi tinggi dari BGN.

Melansir dari akun instagram resmi @kemensosri, sinergi ini menjamin bahwa makanan yang diterima kelompok rentan bukan sekadar kenyang, melainkan memenuhi standar kesehatan medis yang terukur.

Salah satu poin menarik dari skema baru ini adalah pemanfaatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fasilitas ini akan tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia dengan radius rata-rata hanya 4 kilometer dari pemukiman warga.

- Fungsi SPPG: Menyiapkan dan memasak makanan dengan standar gizi nasional.

- Efisiensi: Jarak yang dekat memastikan makanan sampai ke tangan penerima dalam kondisi tetap hangat dan segar.

Berbeda dengan program sekolah yang siswanya mendatangi lokasi, program MBG untuk lansia dan disabilitas menggunakan pendekatan jemput bola.

Langkah ini memastikan kaum rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan hak gizi mereka.

Petugas sosial yang selama ini sudah mendampingi warga akan menjadi ujung tombak distribusi.

Integrasi data antara Kemensos dan BGN diharapkan dapat memperluas cakupan penerima bantuan secara signifikan.

Dengan standar gizi yang lebih terukur, pemerintah optimis tingkat kesehatan lansia akan meningkat dan kualitas hidup penyandang disabilitas akan jauh lebih baik. Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam menjaga martabat kelompok rentan di Indonesia.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#badan gizi nasional #lansia #kemensos #disabilitas