Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Daftar Penerima Bansos Berubah, Ini Fakta Sistem Desil Berbasis NIK, Penyebab Status Sejahtera Naik, dan Solusi Jika Data Tidak Sesuai

Ira Yulia Erfina • Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:40 WIB

Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT

RADAR BOGOR - Sistem desil menjadi salah satu instrumen utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia. 

Mekanisme ini dirancang untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berada pada lapisan kesejahteraan terbawah. 

Melalui pemeringkatan berbasis data, pemerintah dapat mengelompokkan rumah tangga ke dalam kategori tertentu sehingga penyaluran bantuan lebih terarah dan tidak salah sasaran.

Dalam praktiknya, sistem ini kerap menimbulkan pertanyaan, terutama ketika ada penerima manfaat yang namanya tidak lagi tercantum sebagai penerima bansos.

Apa itu Desil dan Siapa yang Menentukannya?

Dilansir dari kanal Youtube kemensos RI, desil merupakan metode pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dibagi dalam beberapa kelompok, mulai dari desil 1 sebagai kelompok paling rendah tingkat kesejahteraannya hingga desil yang lebih tinggi untuk kondisi ekonomi yang lebih baik.

Penetapan desil dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei sosial ekonomi dan pengolahan berbagai sumber data resmi. 

Hasil pengolahan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan siapa saja yang berhak masuk dalam daftar penerima bansos. 

Dengan sistem ini, bantuan difokuskan pada rumah tangga yang berada di desil 1 sampai desil 4, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Bagaimana Pemerintah Melacak Kondisi Kesejahteraan?

Pemeringkatan desil tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) untuk mengintegrasikan berbagai data lintas sektor. 

Dari sisi kepemilikan aset, data dapat mencakup kondisi tempat tinggal, kepemilikan kendaraan bermotor, hingga barang-barang bernilai ekonomi di dalam rumah.

Selain itu, informasi finansial juga menjadi bagian dari pertimbangan, termasuk data tabungan dan riwayat pinjaman perbankan yang tercatat dalam sistem layanan informasi keuangan.

Aspek pekerjaan dan penghasilan turut menjadi indikator penting. Data ini terhubung dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai besaran pendapatan atau status pekerjaan seseorang. 

Seluruh komponen tersebut diolah untuk menentukan posisi rumah tangga dalam skala desil kesejahteraan.

Alasan Penerima Bansos Bisa Tercoret

Dikutip melalui kanal Youtube Pendamping Sosial, perubahan status ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan seseorang tidak lagi tercantum sebagai penerima bantuan. 

Ketika hasil pendataan menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan misalnya kondisi rumah yang dinilai layak, kepemilikan kendaraan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pokok secara rutin, maka nilai desil dapat meningkat.

Jika posisi rumah tangga bergeser ke kelompok desil yang lebih tinggi, maka prioritas bantuan akan dialihkan kepada keluarga lain yang berada pada tingkat kesejahteraan lebih rendah.

Langkah Jika Data Desil Tidak Sesuai Kondisi Nyata

Dalam situasi tertentu, ada warga yang merasa kondisi ekonominya masih sulit namun bantuan terhenti karena perubahan nilai desil.

Untuk kondisi seperti ini, tersedia mekanisme pengajuan usulan perubahan data.

“masyarakat bisa mengajukan atau mengusulkan perubahan data jika bantuan terhenti karena perubahan desil tidak sesuai,” ucap narator melalui kanal Youtubenya.

Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos atau mendatangi kantor desa maupun kelurahan setempat guna menyampaikan keberatan atau permohonan pembaruan data.

Setelah pengajuan dilakukan, proses selanjutnya adalah verifikasi lapangan melalui survei ulang oleh petugas.

Survei ini bertujuan memastikan kondisi ekonomi terbaru sesuai fakta di lapangan.

Hasil verifikasi akan menjadi dasar apakah data perlu diperbaiki sehingga posisi desil dapat disesuaikan kembali.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Penyaluran Bantuan Sosial #Desil #bansos