RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menanyakan status keberlanjutan program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, BLTS Kesra dirancang sebagai instrumen perlindungan sosial yang bersifat temporer hingga 31 Desember 2025.
Kanal youtube Info Bansos mengungkapkan, bansos yang menyasar sekitar 35 juta KPM tersebut secara resmi telah berakhir pada penghujung tahun lalu.
Sehingga, belum ada regulasi baru yang menyatakan bahwa program BLTS Kesra akan dilanjutkan kembali pada tahun anggaran 2026 hingga saat ini.
Oleh karena itu, pemerintah tetap menjalankan bansos reguler seperti, Program Keluarga Harapan (PKH) yang cair sesuai dengan komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Selain itu, ada bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak sekolah, dan bantuan beras minyak goreng yang dijadwalkan cair di bulan Ramadan.
Bantuan beras dan minyak goreng merupakan bantuan penebalan atau bonus bantuan di masa Ramadhan ini.
Bantuan non tunai ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk melakukan intervensi harga pasar secara langsung dan juga memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat yang berada di desil 1 hingga 4.
Dengan demikian, bantuan penebalan tahun ini lebih diarahkan pada komoditas pangan esensial daripada bantuan tunai langsung.
"Jadi kesimpulannya, info mengenai BLTS Kestra Rp900.000 yang cair lagi di bulan Ramadan 2026 ini statusnya adalah tidak dilanjutkan sebagai program tunai baru," ujar kanal Info Bansos.
Namun bantuan beras dan minyak goreng serta bansos PKH dan BPNT tetap menjadi andalan pemerintah.
KPM harus mengecek status kepesertaan di aplikasi Cek Bansos atau melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing.
Jangan lupa terkait informasi jadwal pengambilan bantuan beras yang sedang berjalan di desa atau kelurahan.
Editor : Siti Dewi Yanti