RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan senilai Rp8 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bener Meriah Aceh.
Pencairan bansos di wilayah terdampak dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
"Khusus untuk wilayah Sumatera khususnya Aceh yang terkena dampak bencana banjir," ucapnya.
Pemerintah menyalurkan bansos berupa bantuan isian rumah senilai Rp3 juta per KPM dan dukungan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per KPM, sehingga total bantuan mencapai Rp 8 juta KPM.
Selain bantuan senilai Rp8 juta, Kemensos juga menyalurkan bansos jaminan hidup (jadup) senilai Rp450 ribu per orang per bulan selama 3 bulan untuk 175.211 penerima manfaat.
Bahkan, Kemensos sudah menyalurkan bantuan jadup tahap 1 kepada 4.611 jiwa senilai Rp2,07 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama 30 hari.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 16 hingga 22 Februari 2026 di 10 kecamatan terdampak, yakni Wih Pesam, Timang Gajah, Bukit, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Syiah Utama, Bandar, Permata, Bener Kelipah, dan Mesidah.
Setelah bencana, Menteri Sosial mengungkapkan, banyak penghasilan warga yang terhenti.
"Jadup ini agar kebutuhan hidup sehari-hari warga terpenuhi selama masa pemulihan," lanjutnya.
Kemensos memastikan bansos tersalurkan secara adaptif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi warga yang terdampak.
Penyaluran bansos kepada 1,7 juta lebih KPM dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan stimulus ekonomi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sementara itu, lima bansos berpotensi cair pada awal hingga akhir Maret, 2 di antaranya adalah pencairan bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 1 2026 susulan.
Kemudian bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang akan mencairkan kuota jalur aspirasi atau usulan dari anggota DPR dan berasal dari anggaran tahun 2025.
Selanjutnya, pencairan bantuan beras dan minyak goreng yang akan disalurkan untuk 2 bulan sekaligus alokasi Februari dan Maret.
Terakhir, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang menyasar warga desa terutama lansia paling tidak mampu dan belum pernah menerima bansos PKH BPNT.
Editor : Siti Dewi Yanti