RADAR BOGOR - Antusiasme masyarakat mengenai bantuan tambahan atau penebalan bantuan sosial (bansos) kembali meningkat di Ramadhan 2026 ini.
Dilansir dari Youtube Info Bansos, Salah satu topik yang paling sering diperbincangkan adalah keberlanjutan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat BLT Kesra senilai Rp900.000 yang sempat disalurkan secara akumulatif pada akhir tahun 2025.
Mengingat fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berharap subsidi tunai tersebut kembali direalisasikan.
Berdasarkan tinjauan regulasi dan pernyataan otoritas terkait, terdapat perbedaan skema bantuan antara tahun lalu dan tahun ini.
Program BLT Kesra tunai yang menyasar sekitar 35 juta KPM secara resmi telah berakhir pada 31 Desember 2025.
Hingga akhir Februari 2026, pemerintah belum menerbitkan aturan baru yang melegalkan penyaluran kembali BLT Kesra dalam bentuk uang tunai Rp900.000. Fokus pemerintah saat ini tetap pada program bansos reguler seperti:
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penegasan terkait batas waktu program tersebut:
"Oleh karena itu, untuk tahun anggaran 2026, pemerintah tetap mengedepankan program bansos reguler serta bantuan pangan fisik sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat," jelas Airlangga Hartarto dalam keterangan di laman Kemensos.
Dapat disimpulkan, informasi mengenai pencairan BLT Kesra Rp900.000 tunai di bulan Ramadan 2026 adalah tidak tepat.
Bantuan ekstra yang ada saat ini dialihkan dalam bentuk beras dan minyak goreng.
• Cek Status Mandiri: Gunakan aplikasi resmi Cek Bansos atau situs Kemensos untuk melihat kepesertaan Anda.
• Pantau Jadwal Desa: Aktif berkomunikasi dengan pendamping sosial atau perangkat desa mengenai jadwal pengambilan bantuan beras agar tidak terlewat.
• Waspada Hoaks: Jangan mudah percaya pada informasi pesan berantai yang menjanjikan saldo bansos tunai tambahan tanpa ada surat resmi dari pemerintah.***