RADAR BOGOR - Sistem desil menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia.
Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu desil, bagaimana cara penentuannya, serta mengapa tidak semua orang bisa menerima bansos.
Padahal, sistem ini dirancang untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Desil dalam Bansos
Dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy, desil adalah sistem pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial.
Sistem ini membagi masyarakat ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kondisi ekonomi, mulai dari desil terendah hingga tertinggi.
Secara umum:
- Desil 1: Kelompok paling miskin atau paling membutuhkan bantuan
- Desil 2–4: Kelompok rentan dan berpenghasilan rendah
- Desil 5–7: Kelompok menengah
- Desil 8–10: Kelompok menengah atas hingga mampu
Semakin rendah angka desil, semakin besar peluang untuk menerima bantuan sosial.
Siapa yang Menentukan Status Desil?
Status desil ditentukan berdasarkan data yang dikumpulkan melalui survei dan pendataan sosial ekonomi oleh pemerintah, khususnya melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan sistem data kesejahteraan nasional.
Penentuan ini didasarkan pada berbagai indikator, seperti:
- Kepemilikan aset (rumah, kendaraan, elektronik)
- Kondisi tempat tinggal
- Penghasilan dan pekerjaan
- Jumlah tanggungan keluarga
- Data kepesertaan jaminan sosial
- Riwayat ekonomi dan kondisi finansial
Data tersebut terhubung dengan identitas kependudukan, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), sehingga memungkinkan pemetaan kesejahteraan yang lebih akurat.
Tujuan Sistem Desil dalam Penyaluran Bansos
Tujuan utama penggunaan sistem desil adalah agar bantuan sosial tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Beberapa tujuan utamanya antara lain:
1. Memastikan Bansos Tepat Sasaran
Bansos diprioritaskan untuk masyarakat prasejahtera agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.
2. Mewujudkan Keadilan Sosial
Sistem ini mencegah bantuan diberikan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi, sehingga kelompok yang paling membutuhkan mendapatkan prioritas.
3. Mengurangi Risiko Salah Sasaran
Dengan pemeringkatan berdasarkan data, potensi penerima yang tidak layak dapat diminimalkan.
Mengapa Ada yang Tidak Lagi Menerima Bansos?
Perubahan status desil dapat terjadi seiring perubahan kondisi ekonomi. Misalnya, jika kondisi ekonomi membaik, maka status desil bisa naik.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kenaikan desil:
- Sudah memiliki kendaraan
- Memiliki tempat tinggal layak
- Memiliki penghasilan stabil
- Memiliki aset atau tabungan tertentu
- Kondisi ekonomi keluarga membaik
Ketika status desil naik, seseorang mungkin tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.
Cara Mengajukan Perubahan Status Desil
Jika status desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan perubahan melalui beberapa cara:
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat dapat mengajukan usulan perbaikan data melalui aplikasi resmi Cek Bansos.
2. Melalui Kantor Desa atau Kelurahan
Pengajuan juga dapat dilakukan langsung dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan setempat.
3. Menunggu Proses Verifikasi Lapangan
Setelah pengajuan dilakukan, petugas akan melakukan survei ulang untuk memastikan kondisi ekonomi yang sebenarnya sebelum status desil diperbarui.
Pentingnya Sistem Desil untuk Penyaluran Bansos
Sistem desil membantu pemerintah menyalurkan bantuan secara lebih adil dan tepat sasaran.
Dengan sistem ini, bantuan difokuskan pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Selain itu, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk memperbarui data jika terdapat ketidaksesuaian, sehingga sistem ini tetap terbuka dan dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru.
Desil merupakan sistem pemeringkatan kesejahteraan yang digunakan untuk menentukan penerima bantuan sosial.
Status desil ditentukan berdasarkan data sosial ekonomi yang dikumpulkan melalui berbagai sumber resmi.
Sistem ini bertujuan memastikan bansos diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Jika terjadi ketidaksesuaian, masyarakat dapat mengajukan perubahan melalui aplikasi atau kantor kelurahan agar data diperbarui sesuai kondisi sebenarnya.
Dengan memahami sistem desil, masyarakat dapat lebih memahami mekanisme penyaluran bansos dan memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.***
Editor : Eli Kustiyawati