RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) BPNT tahap 1 tahun 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan dana senilai Rp600.000 mulai masuk ke KKS mereka pada 28 Februari 2026.
Bansos BPNT ini disalurkan sebagai bagian dari tahap awal tahun berjalan, khususnya bagi KPM yang sebelumnya belum mendapatkan haknya pada jadwal pencairan utama.
Informasi bansos BPNT yang dilansir dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel menunjukkan bahwa proses susulan ini difokuskan kepada KPM bansos pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank Mandiri.
Informasi Utama Pencairan BPNT Tahap 1 2026
• Besar Bantuan: Setiap KPM menerima Rp600.000 untuk alokasi BPNT tahap 1 tahun 2026. Nominal ini merupakan akumulasi bantuan sesuai periode yang ditetapkan pada tahap tersebut.
• Bank Penyalur: Penyaluran terpantau dominan menyasar pemegang KKS Bank Mandiri, sehingga penerima dengan rekening bank tersebut menjadi kelompok yang banyak melaporkan saldo masuk.
• Target Penerima: Pencairan kali ini merupakan susulan bagi KPM yang sebelumnya belum menerima dana tahap 1. Artinya, bantuan diberikan kepada penerima yang secara administrasi masih tercatat aktif namun mengalami keterlambatan transfer pada jadwal sebelumnya.
Bukti Pencairan di Berbagai Wilayah
Sejumlah daerah melaporkan masuknya dana Rp600.000 dengan waktu pencairan yang bervariasi. Di Provinsi Riau, terdapat konfirmasi saldo masuk bagi KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan.
Informasi tambahan menyebutkan bahwa sebagian dana masuk pada waktu dini hari, termasuk bagi penerima yang masuk kategori desil 3 dalam basis data kesejahteraan sosial.
Di wilayah Kalimantan Timur, pencairan juga terpantau melalui pengecekan saldo pada pagi hari. Selain dua wilayah tersebut, terdapat laporan serupa dari beberapa daerah lain, meski tidak semuanya mencantumkan lokasi secara rinci.
“pengecekan jam 8:38 menit ada saldo 600.000 masuk ya teman-teman di aplikasi Livin' by Mandiri KKS Bank Mandiri,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.
Hal ini menunjukkan bahwa proses transfer berlangsung bertahap dan tidak selalu serentak di seluruh Indonesia.
Saran bagi Penerima Manfaat
• Cek Saldo Secara Berkala: Bagi pemilik KKS Bank Mandiri yang belum menerima BPNT tahap 1, disarankan melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui ATM atau aplikasi resmi perbankan.
• Verifikasi Status Kepesertaan: Sebelum mendatangi ATM, KPM dianjurkan memastikan status kepesertaan, kategori desil, serta periode pencairan melalui laman resmi Kementerian Sosial di Kementerian Sosial Republik Indonesia. Verifikasi ini penting untuk memastikan data masih aktif dan sesuai dengan periode penyaluran.
• Menunggu Bantuan Lain: Sebagian KPM yang telah menerima BPNT tahap 1 kini menantikan pencairan bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan yang memiliki jadwal dan mekanisme tersendiri.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga