RADAR BOGOR — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dalam kegiatan sosial yang berlangsung di Masjid Jannatul Firdaus pada Minggu, 1 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program kepedulian sosial selama bulan Ramadhan yang bertujuan membantu anak-anak yatim sekaligus mempererat solidaritas masyarakat.
Acara berlangsung hangat dengan melibatkan berbagai lembaga sosial, relawan, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Sosial, santunan diberikan kepada anak-anak yatim yang berasal dari sembilan yayasan binaan di wilayah Kota Bekasi.
Kehadiran mereka tidak hanya untuk menerima bantuan materi, tetapi juga mengikuti kegiatan kebersamaan seperti doa bersama, tausiyah, serta buka puasa bersama.
Momentum ini diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus semangat baru bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi yang berada di bawah koordinasi Kemensos.
Lembaga ini selama ini berperan sebagai pusat layanan sosial terpadu yang memberikan berbagai bentuk dukungan bagi kelompok rentan, termasuk anak yatim, penyandang disabilitas, serta masyarakat kurang mampu di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan sosial tersebut juga melibatkan sejumlah lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan yang turut mendukung pelaksanaan santunan.
Kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi contoh nyata bagaimana program kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih efektif melalui kerja sama lintas sektor.
Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp125 juta yang dikemas dalam ratusan paket santunan.
Setiap paket berisi perlengkapan sekolah, alat ibadah, serta kebutuhan nutrisi untuk menunjang aktivitas sehari-hari anak-anak yatim.
Bantuan tersebut dirancang agar tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar bermanfaat dalam mendukung kebutuhan pendidikan dan spiritual mereka.
Selain pemberian santunan, acara juga diisi dengan kegiatan motivasi dan pembinaan karakter bagi para peserta.
Anak-anak diajak untuk tetap memiliki harapan serta semangat dalam meraih masa depan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kondisi keluarga.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam program sosial Kemensos yang tidak hanya berfokus pada bantuan finansial.
Suasana kebersamaan terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Para relawan dan panitia berinteraksi langsung dengan anak-anak, menciptakan lingkungan yang penuh perhatian dan kehangatan.
Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta karena mereka merasakan kepedulian nyata dari berbagai pihak yang hadir.
Kemensos menegaskan bahwa kegiatan santunan seperti ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi anak-anak Indonesia.
Program bantuan sosial diharapkan mampu membantu mengurangi beban ekonomi sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui kegiatan Ramadhan ini, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
Partisipasi berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program sosial yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Kegiatan santunan di Bekasi tersebut menjadi simbol semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan manfaat bantuan serta perhatian sosial dari negara dan masyarakat.***
Editor : Eli Kustiyawati