RADAR BOGOR - Maret 2026 membawa kabar menggembirakan bagi sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, sedikitnya tiga jenis bantuan sosial (bansos) mulai cair melalui PT Pos Indonesia, lengkap dengan surat undangan yang sudah dibagikan di sejumlah daerah.
Informasi penyaluran bansos ini menjadi angin segar, terutama bagi masyarakat di wilayah tertentu yang selama ini penyalurannya tidak melalui perbankan.
PKH dan BPNT Cair Lewat Kantor Pos
Dua bansos reguler yang mulai disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama 2026.
Meski umumnya bansos ini cair melalui kartu KKS di bank Himbara, ada beberapa daerah khusus, terutama wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang pencairannya dilakukan lewat kantor pos.
Salah satu wilayah yang dikabarkan sudah mulai menerima undangan adalah Lombok Utara. Nominal yang diterima pun cukup besar, yakni Rp1.575.000 dengan rincian:
PKH: Rp975.000
BPNT: Rp600.000
Penyaluran dijadwalkan berlangsung mulai 7 Maret 2026 dan dilakukan bertahap hingga beberapa hari ke depan.
Namun ada catatan penting bagi KPM yang telah meninggal dunia, bantuan tidak dapat dicairkan dan tidak bisa diwakilkan, meskipun masih dalam satu Kartu Keluarga.
Bantuan Rp8 Juta, Siapa yang Berhak?
Selain PKH dan BPNT, ada bantuan dengan nominal fantastis sebesar Rp8 juta per keluarga.
Bantuan ini bukan untuk semua KPM, melainkan khusus bagi warga terdampak bencana alam.
Melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah menyalurkan bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan isi hunian Rp3 juta, sehingga totalnya Rp8 juta per kepala keluarga.
Salah satu daerah yang menerima bantuan ini adalah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Pada 28 Februari 2026, sebanyak 14.609 kepala keluarga menerima bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Penyaluran dilakukan secara serentak melalui lima kantor pos di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu masyarakat bangkit dari masa sulit.
KKS Masih Cair Bertahap
Sementara itu, untuk KPM yang menerima melalui kartu KKS di bank Himbara, pencairan per 1 Maret 2026 masih terus berlangsung meski tidak semasif sebelumnya.
Beberapa KPM melaporkan saldo masuk Rp600.000.
Khusus KPM baru yang kartu KKS-nya baru didistribusikan awal Maret, bantuan diperkirakan cair sebelum Idul Fitri.
Berdasarkan data, sekitar 3 juta KPM baru masuk dalam proses distribusi, terdiri dari 1 juta KPM PKH dan 2 juta KPM BPNT.
Tidak Semua Desil 1–4 Dapat Bantuan
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengapa tidak semua masyarakat dalam desil 1 hingga 4 menerima bantuan, termasuk bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Jawabannya terletak pada kuota dan keterbatasan anggaran.
Untuk bantuan pangan, kuota nasional ditetapkan sekitar 35 juta KPM.
Jumlah tersebut belum tentu mencakup seluruh masyarakat dalam desil 1–4 yang terdaftar di DTS.
Artinya, meskipun masuk kategori ekonomi bawah, tidak otomatis semua warga akan menerima seluruh jenis bantuan sosial.
Realisasi Sudah 90 Persen
Hingga awal Ramadhan 2026, realisasi penyaluran bansos reguler tercatat telah mencapai 90 persen secara nasional.
Selain itu, bansos reguler PKH dan sembako juga telah disalurkan kepada 1,7 juta KPM di wilayah terdampak bencana dengan total nilai Rp1,8 triliun.
Dengan berbagai skema bantuan yang berjalan, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi masyarakat terus bergerak positif, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bagi KPM yang sudah menerima undangan dari kantor pos, pastikan datang sesuai jadwal danmembawa persyaratan lengkap agar bantuan bisa diterima tanpa kendala.***
Editor : Asep Suhendar