Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Mulai Cair 1 Maret, Cek Desil Anda, Bisa Jadi Cair Sebelum Lebaran

Khairunnisa RB • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:03 WIB

Ilustrasi KPM mengambil bansos
Ilustrasi KPM mengambil bansos

RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat penerima bantuan sosial.

Sejak 1 Maret, penyaluran bantuan sosial beras dan minyak goreng dilaporkan sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah.

Bantuan ini menjadi angin segar bagi keluarga penerima manfaat (KPM), khususnya di bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri.

Program bantuan kali ini mencakup beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi dua bulan serta minyak goreng sebanyak 4 liter untuk dua bulan.

Meski belum seluruh daerah menerima, distribusi dilakukan secara bertahap.

Artinya, wilayah yang belum mendapatkan pencairan diminta untuk tetap bersabar karena proses masih terus berjalan.

Kuota penerima bantuan sosial beras dan minyak goreng disebut mencapai sekitar 15 jutaan KPM.

Jumlah ini kurang lebih setara dengan penerima BLT Skesra tahun 2025 lalu.

Hal ini membuka peluang besar bagi masyarakat yang sebelumnya menerima BLT Skesra untuk kembali mendapatkan bantuan di tahun 2026 ini.

Namun, ada syarat penting yang harus diperhatikan.

Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, mulai tahap 1 tahun 2026, pemerintah memprioritaskan penerima dari kelompok desil rendah, yaitu desil 1, 2, 3, dan 4.

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN).

Jika Anda berada di desil 1 sampai 4 dan status data masih aktif (eligible), maka peluang menerima bansos beras dan minyak goreng sebelum Lebaran sangat terbuka lebar.

Bagaimana jika berada di desil 5 atau lebih tinggi? Untuk saat ini, desil 5 belum menjadi prioritas penerima bantuan.

Biasanya desil tinggi disebabkan faktor seperti usia produktif, pekerjaan tercatat sebagai karyawan swasta, atau indikator ekonomi lainnya yang dianggap sudah mampu.

Bagi masyarakat yang merasa desilnya terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya, ada kesempatan untuk mengajukan pembaruan data atau penurunan desil.

Ada dua cara yang bisa ditempuh:

1. Mengunduh aplikasi Cek Bansos, membuat akun, dan mengajukan pembaruan data secara mandiri.

2. Mendatangi petugas bansos di kelurahan atau desa setempat untuk mengajukan pembaruan melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial.

Perlu dicatat, pengajuan pembaruan data biasanya dibuka pada awal bulan, yakni tanggal 1–10.

Jadi jangan sampai melewatkan kesempatan ini.

Banyak pertanyaan muncul soal kartu KKS yang disebut tidak aktif.

Perlu diluruskan, kartu fisik dan status kepesertaan bansos adalah dua hal berbeda.

Sering kali yang tidak aktif bukan kartunya, melainkan status kepesertaan bansos di DTSEN.

Jika masa kepesertaan tidak aktif atau tereksklusi, maka bantuan tidak akan cair meskipun kartu masih berlaku hingga tahun tertentu.

Langkah yang harus dilakukan adalah:

• Datangi pendamping sosial atau dinas sosial setempat.

• Minta pengecekan status di DTSN.

• Jika ada data tidak padan, lakukan perbaikan di Disdukcapil.

• Ajukan sanggahan bila diperlukan.

Setelah data diperbaiki dan diverifikasi ulang, biasanya nama akan masuk kembali dalam daftar survei ground check untuk evaluasi kelayakan.

Dengan proses yang masih berjalan dan peluang terbuka bagi desil rendah, harapannya seluruh bantuan bisa terealisasi sebelum lebaran tiba.

Pastikan data anda sesuai dan aktif agar kesempatan tidak terlewat begitu saja.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #Penyaluran Bantuan Sosial #kpm #ramadhan