RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa bantuan beras dan minyak goreng akhirnya mulai terealisasi sejak 1 Maret di sejumlah daerah.
Kabar ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama keluarga penerima manfaat yang menantikan bantuan tambahan selama Ramadan.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, bantuan yang diberikan tidak tanggung-tanggung, 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan.
Nilainya cukup membantu meringankan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Namun pertanyaannya, mengapa ada yang sudah menerima, sementara sebagian lainnya belum?
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap.
Jika di satu wilayah sudah cair, bukan berarti daerah lain tidak kebagian.
Biasanya selang beberapa hari hingga minggu berikutnya wilayah lain akan menyusul.
Yang terpenting adalah memastikan status data Anda di DTSEN tetap aktif dan sesuai.
Mulai tahun 2026, penerima bantuan sosial diprioritaskan bagi masyarakat dalam kategori desil rendah, yakni desil 1 hingga desil 4. Mereka yang masuk kategori ini dianggap paling membutuhkan bantuan.
Jika Anda sebelumnya menerima BLT kesra tahun 2025, peluang masih terbuka lebar karena kuota penerima hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, jika berada di desil 5 atau lebih tinggi, kemungkinan belum masuk prioritas.
Desil tinggi biasanya dipengaruhi data pekerjaan, usia produktif, atau indikator ekonomi lain.
Merasa kondisi ekonomi tidak mencerminkan desil yang tercatat? Jangan diam saja. Segera ajukan pembaruan data melalui:
• Aplikasi Cek Bansos
• Pendamping sosial atau operator bansos di kelurahan
Pengajuan ini penting dilakukan sebelum tanggal 10 setiap bulan agar masuk proses evaluasi dan survei ulang.
Banyak yang mengira bantuan tidak cair karena kartu KKS kedaluwarsa.
Faktanya, yang menentukan cair atau tidaknya bansos adalah status kepesertaan, bukan masa berlaku kartu fisik.
Jika data tereksklusi atau tidak valid, bansos tetap tidak akan cair meski kartu masih aktif.
Oleh karena itu, langkah utama adalah mengecek status di DTSEN melalui petugas setempat.
Jika ditemukan masalah seperti data tidak padan dengan Dukcapil, segera lakukan perbaikan agar status bisa diaktifkan kembali.
Dengan distribusi yang masih berjalan dan proses pembaruan data yang dibuka di awal bulan, kesempatan untuk mendapatkan bantuan masih sangat terbuka.
Bagi yang sudah menerima, patut bersyukur. Bagi yang belum, pastikan data Anda benar, desil sesuai, dan status aktif.
Jangan sampai terlewat hanya karena data tidak diperbarui.
Ramadhan menjadi momen penuh berkah, dan bantuan sosial ini diharapkan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati