Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak Bansos Cair Jelang Akhir Ramadhan 2026: PKH Hampir Selesai, BPNT Tembus 90 Persen, PIP Segera Cair, THR dan Bonus Ojol Disiapkan

Ira Yulia Erfina • Jumat, 6 Maret 2026 | 05:18 WIB

Ilustrasi petugas menyalurkan bansos kepada keluarga penerima manfaat.
Ilustrasi petugas menyalurkan bansos kepada keluarga penerima manfaat.

RADAR BOGOR - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026, sejumlah program bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi mulai dipercepat penyalurannya. 

Pemerintah menargetkan sebagian besar bantuan dapat tersalurkan sebelum kebutuhan masyarakat meningkat pada masa Ramadhan hingga Lebaran. 

Program yang menjadi perhatian utama meliputi bansos keluarga, bantuan pendidikan, hingga berbagai stimulus ekonomi yang berkaitan dengan Hari Raya.

Berikut perkembangan terbaru dari berbagai program bantuan tersebut.

1. Perkembangan Program PKH dan BPNT

Dikutip dari kanal Youtube Diary Bansos, Program bansos utama yang terus disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penyaluran kedua program ini dipercepat agar sebagian besar penerima manfaat dapat menerima bantuan sebelum momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Hingga periode Februari hingga Maret 2026, realisasi penyaluran PKH dilaporkan telah mencapai lebih dari 89 persen dari target nasional.

Dari total target sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sekitar 8,9 juta keluarga telah menerima bantuan tersebut.

Sementara itu, penyaluran BPNT tercatat telah mencapai lebih dari 91 persen dari target penerima. Dari target sekitar 18 juta KPM, sekitar 16,7 juta keluarga sudah menerima bantuan tersebut.

Selain penyaluran kepada penerima lama, juga dilakukan pembaruan data penerima bantuan. Proses validasi data menghasilkan penambahan sekitar 1 juta KPM baru untuk program PKH serta sekitar 2 juta KPM baru untuk program BPNT. 

Penambahan ini dilakukan untuk menggantikan penerima sebelumnya yang telah dinyatakan tidak lagi memenuhi kriteria bantuan.

Dari sisi metode penyaluran, bantuan disalurkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta melalui Kantor Pos. 

Untuk sejumlah wilayah tertentu, penyaluran sementara dilakukan melalui Kantor Pos sambil menunggu proses pembukaan rekening baru bagi penerima yang dilakukan secara kolektif.

2. Program Bantuan Pendidikan dan Desa

Melansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial, selain bansos keluarga, beberapa program bantuan lain juga dijadwalkan mulai cair pada bulan Maret 2026.

Program Indonesia Pintar (PIP) untuk termin pertama direncanakan mulai disalurkan pada periode Maret hingga April 2026. Penyaluran ini berlaku bagi data penerima yang telah tercatat hingga 31 Januari 2026.

Terkait penerima PIP tahun sebelumnya, proses aktivasi rekening bagi penerima PIP tahun 2025 masih diberikan waktu tambahan. Batas waktu aktivasi rekening diperpanjang hingga 13 Maret 2026.

Di tingkat desa, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa juga dijadwalkan mulai disalurkan pada bulan Maret 2026. Selain itu terdapat pula program Atensi YAPI yang turut masuk dalam agenda penyaluran bantuan pada periode yang sama.

3. THR dan Bonus Hari Raya 2026

Kemudian, berdasarkan info dari kanal Youtube resmi PerekonomianRI, selain bansos reguler, terdapat pula paket stimulus ekonomi yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur negara, prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan dijadwalkan mulai disalurkan secara bertahap sejak 26 Februari 2026. Penyaluran tersebut dialokasikan bagi sekitar 10,5 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp55 triliun.

Untuk pekerja sektor swasta, perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh kepada karyawan. Pembayaran tersebut harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan tidak diperkenankan dilakukan secara bertahap atau dicicil. 

Apabila perusahaan tidak memenuhi kewajiban tersebut, terdapat ketentuan sanksi berupa denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan.

Selain itu terdapat pula program Bonus Hari Raya (BHR) yang ditujukan bagi mitra pengemudi transportasi daring dan kurir.

Program ini mencakup sekitar 850.000 mitra pengemudi dari berbagai platform layanan transportasi dan pengiriman. 

Total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp220 miliar dengan penyaluran yang direncanakan berlangsung pada rentang waktu antara H-14 hingga H-7 sebelum Lebaran.

4. Tambahan Stimulus dan Fasilitas Menjelang Lebaran

Selain bantuan sosial dan THR, terdapat pula beberapa kebijakan tambahan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Program bantuan pangan mencakup distribusi beras dan minyak goreng kepada jutaan keluarga.

Setiap keluarga penerima dijadwalkan menerima total bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang merupakan akumulasi bantuan untuk dua bulan. Program ini menyasar sekitar 35,04 juta keluarga penerima.

Di sektor transportasi, tersedia pula program subsidi atau diskon transportasi dengan nilai anggaran sekitar Rp911 miliar.

Program ini ditujukan untuk membantu mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode mudik Lebaran.

Selain itu juga diterapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara dan sebagian pekerja pada sektor tertentu. 

Kebijakan ini berlaku pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 dengan tujuan memberikan fleksibilitas kerja sekaligus mendukung mobilitas masyarakat menjelang libur Lebaran.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #thr #ramadhan