RADAR BOGOR – Bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) 2026 Tahap 1 Termin Susulan masih dalam proses penyaluran. Hal tersebut disampaikan oleh kanal Youtube Diary Bansos.
Penyaluran bansos PKH BPNT melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI) dan PT Pos Indonesia. Kemarin ramai penyaluran via KKS Bank BNI.
Menurut pantauan status Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH BPNT di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), statusnya sudah ‘Standing Instruction.’
Saldo bansos bisa ditarik dalam 1-3 hari setelah adanya status tersebut. KPM sebaiknya mengecek saldo bansos secara berkala.
Saldo bansos yang tak segera ditarik dalam jangka waktu 30 hari setelah masuk KKS, akan otomatis kembali ke Kas Pemerintah. Saldo KKS juga harus ditarik semaksimal mungkin. Jangan disisakan Rp50 ribu ke atas.
Agar KPM tak merasa lelah mengecek saldo bansos terus-menerus ke ATM atau agen Bank Himbara, sebaiknya mengunduh aplikasi mobile banking Himbara. Aplikasi tersebut terdiri dari Livin’ by Mandiri, Wondr by BNI, BRImo, dan BYOND by BSI. KPM bisa mengunduhnya gratis via Playstore maupun App Store.
Untuk KPM yang masa kepesertaan bansosnya 5 tahun, akan digraduasi mandiri (bansos non-aktif). Untuk KPM yang sudah memiliki usaha mikro, sebaiknya menghubungi Pendamping PKH setempat untuk mendaftar Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.
Program tersebut akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta. Sebagian besar berupa barang (alat operasional usaha dan bahan). Sisanya uang untuk operasional usaha.
Bansos berkarakteristik sementara. Membantu sesaat untuk efek selamanya. Oleh karena itu, KPM tetap harus mengembangkan diri agar suatu saat bisa mandiri secara finansial.
Pemutakhiran data di DTSEN dilakukan setiap 3 bulan karena sosial ekonomi KPM fluktuatif.
Dilansir instagram Kementerian Sosial, pemutakhiran data merupakan kunci agar program bansos tepat sasaran. Bansos tersebut harus menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi pusat dan daerah harus dikembangkan.
BPNT Program Sembako 2026 Tahap 1
Nominal BPNT per bulan ialah Rp200 ribu. Cair sekaligus per tahap (triwulan) senilai Rp600 ribu.
PKH 2026 Tahap 1
Untuk memperoleh bansos PKH, tak hanya syarat Desil 1-4 pada DTSEN, namun juga memiliki komponen PKH.
Nominal PKH per Tahap (Triwulan) Komponen kesehatan
o Ibu hamil: Rp750 ribu
o Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750 ribu
· Komponen kesejahteraan
o Lansia: Rp600 ribu
- Penyandang disabilitas: Rp600 ribu
· Komponen pendidikan
o SD: Rp225 ribu
o SMP: Rp375 ribu
o SMA: Rp500 ribu
· Korban pelanggaran HAM berat: Rp2,7 juta
Mengecek Status Kepesertaan Bansos Secara Mandiri
Untuk mengetahui status kepesertaan bansos, KPM sebaiknya mengunduh aplikasi Cek Bansos secara gratis via Playstore maupun App Store. KPM juga dapat mengakses situs resmi Kementerian Sosial, yaitu cekbansos.kemensos.go.id.
Jika kepesertaan bansos statusnya ‘ter-exclude (bansos non-aktif),’ maka KPM hanya dapat mengetahui alasannya via aplikasi SIKS-NG. Pihak yang bisa mengakses aplikasi tersebut hanya Pendamping Sosial dan operator SIKS-NG.
Bansos BPNT Program Sembako dan PKH bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu yang berada pada Desil 1-4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Editor : Rani Puspitasari Sinaga