RADAR BOGOR - Bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 1 2026 kembali dicairkan melalui PT Pos dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Menurut kanal youtube Pendamping PKH, pencairan bansos melalui KKS masih Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Lama yang belum menerima pencairan bansos.
"Statusnya baru SI di SIKS NG dan memang baru diambil bantuannya," ujar kanal Pendamping PKH.
Sebelum melakukan pengecekan, KPM harus memastikan status pencairan di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) sudah Standing Instruction (SI).
Jika sudah SI, maka saldo bansos dipastikan sudah masuk ke rekening KPM.
Selain KKS, bansos PKH BPNT juga disalurkan melalui PT Pos Indonesia khusus KPM yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).
Sementara itu, sekitar 35 juta penerima manfaat akan mendapatkan bonus bantuan beras sebanyak 20 kg dan 4 liter minyak goreng.
Bantuan beras dan minyak goreng akan disalurkan melalui bulog yang menyasar KPM PKH dan BPNT yang aktif yang baru menerima pencairan bansos.
Penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) yang menerima pencairan pada 2025 melalui PT Pos juga berkesempatan mendapat bonus bantuan beras.
"Di mana memang ini masuk kategori desil 1 sampai 4, yang masuk masuk ke verifikasi," tambah kanal Pendamping PKH.
Penerima BLTS Kesra tersebut masuk verifikasi dan terdaftar sebagai nama-nama yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menerima bantuan pangan.
Oleh karenanya, KPM wajib bersabar dan menunggu informasi undangan dari pihak Bulog atau dari desa.
Bagi penerima manfaat yang menerima pencairan bansos PKH BPNT, diharapkan bisa menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya.
Editor : Siti Dewi Yanti