Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saldo Bansos Mulai Masuk! PKH dan BPNT Tahap 1 Maret 2026 Dicairkan Bertahap, 35 Juta KPM Juga Akan Terima Bantuan Beras dan Minyak

Ira Yulia Erfina • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:25 WIB

Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT.
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan BPNT.

RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) kembali menjadi perhatian pada awal Maret 2026. Sejumlah keluarga penerima manfaat mulai melaporkan adanya pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama tahun ini.

Penyaluran bansos PKH BPNT yang terjadi saat ini sebagian besar merupakan pencairan susulan bagi penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan pada tahap awal.

Pencairan ini berkaitan dengan pembaruan status data di sistem pendataan bansos PKH BPNT yang dikelola pemerintah.

Selain itu, terdapat pula perkembangan terkait calon penerima baru serta rencana penyaluran bantuan tambahan menjelang Hari Raya yang menyasar puluhan juta keluarga penerima manfaat.

Berikut rincian informasi mengenai perkembangan pencairan bansos PKH dan BPNT pada awal Maret 2026.

1. Pencairan Susulan PKH dan BPNT Tahap 1

Dilansir dari kanal Youtube Diary Bansos, bantuan PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2026 dilaporkan kembali dicairkan sebagai bagian dari penyaluran susulan.

Pencairan ini diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat yang sebelumnya belum menerima bantuan karena proses administrasi di sistem masih berlangsung.

Beberapa penerima diketahui sudah memiliki status Standing Instruction (SI) pada sistem SIKS-NG. Status ini menandakan bahwa bantuan sudah siap diproses untuk pencairan melalui lembaga penyalur yang telah ditentukan.

Penyaluran dilakukan melalui dua mekanisme utama, yaitu melalui kartu KKS di bank penyalur serta melalui layanan kantor pos di wilayah tertentu.

Melalui kartu KKS, sebagian penerima melaporkan saldo bantuan mulai masuk ke rekening mereka. Nominal yang diterima berbeda-beda tergantung jenis bantuan dan komponen penerima dalam keluarga.

Untuk BPNT, jumlah yang diterima dilaporkan sekitar Rp600.000. Sementara itu, bantuan PKH yang masuk ke rekening penerima bervariasi, mulai dari sekitar Rp975.000 hingga Rp1.200.000 sesuai kategori komponen yang terdaftar dalam keluarga tersebut.

“alhamdulillah kemarin untuk Bank BNI terpantau banyak sekali KPM yang masuk saldo nominal BPNT ya, Rp600.000.,” ucap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.

Selain melalui bank penyalur, distribusi bantuan juga dilakukan melalui PT Pos Indonesia. Metode ini umumnya digunakan untuk wilayah yang akses layanan perbankannya terbatas atau sulit dijangkau.

Salah satu wilayah yang dilaporkan menerima penyaluran melalui kantor pos adalah daerah Sigi Biromaru.

2. Perkembangan Data KPM Baru

Selain pencairan untuk penerima lama, terdapat pula perkembangan mengenai calon penerima bantuan sosial yang baru terdaftar.

Diperkirakan terdapat sekitar 3 juta keluarga penerima manfaat baru yang saat ini sedang dalam proses administrasi

Dalam sistem SIKS-NG, status data mereka masih berada pada tahap Burekol atau Buka Rekening Kolektif. Tahapan ini merupakan proses pembukaan rekening secara bersama-sama bagi penerima baru sebelum bantuan dapat disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing.

Proses ini membutuhkan waktu karena melibatkan verifikasi data serta koordinasi dengan lembaga penyalur.

Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses Burekol biasanya berkisar antara satu hingga dua bulan sebelum bantuan dapat dicairkan kepada penerima baru tersebut.

3. Rencana Bantuan Khusus Hari Raya

Baca Juga: Pesantren Motivator Quran di Ciampea Bogor Adakan Pasar Berkah Gratis, Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan

Pada triwulan pertama tahun 2026 juga direncanakan penyaluran bantuan tambahan yang ditujukan untuk membantu kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.

Program ini menyasar sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat yang berada pada kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4.

Penerima bantuan ini mencakup keluarga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima PKH, BPNT, maupun keluarga yang pernah menerima bantuan sosial terkait penanganan dampak fenomena El Nino atau bantuan kesejahteraan lainnya.

Bantuan tambahan tersebut direncanakan diberikan dalam bentuk pangan. Jenis bantuan yang disiapkan meliputi beras dan minyak goreng.

Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan menerima beras sebanyak 20 kilogram yang merupakan alokasi untuk dua bulan, yaitu Februari dan Maret. Selain itu, bantuan juga mencakup minyak goreng sebanyak 4 liter.

Penyaluran bantuan pangan ini akan dilakukan setelah ketersediaan stok dipastikan siap. Distribusi direncanakan melibatkan Perum Bulog serta Badan Pangan Nasional.

Penerima nantinya akan mendapatkan surat undangan resmi sebagai pemberitahuan waktu dan lokasi pengambilan bantuan.

4. Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)

Selain bantuan konsumsi, terdapat pula program yang mendorong peningkatan kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Program tersebut dikenal sebagai Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Program ini ditujukan bagi penerima bantuan sosial yang memiliki atau sedang merintis usaha kecil. Melalui program ini, peserta dapat memperoleh dukungan modal usaha dengan nilai maksimal hingga Rp5 juta.

Bantuan modal tersebut dapat diberikan dalam bentuk dana maupun barang yang dibutuhkan untuk menunjang usaha. Tujuan program ini adalah membantu penerima meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan.

Namun demikian, penerima program pemberdayaan ini nantinya akan melalui proses evaluasi. Jika usaha yang dijalankan dinilai berkembang dan kondisi ekonomi keluarga sudah lebih stabil, maka penerima dapat dikeluarkan dari kepesertaan bansos melalui proses yang dikenal sebagai graduasi.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh