RADAR BOGOR - Jutaan masyarakat Indonesia kembali menerima kabar penyaluran bansos yang cukup menggembirakan pada awal Maret 2026.
Pemerintah mulai menyalurkan kembali bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, penyaluran bantuan ini mulai terlihat sejak 5 Maret 2026 dan berlanjut pada 6 Maret 2026 di berbagai daerah di Indonesia.
Bantuan disalurkan melalui dua jalur utama, yakni melalui perbankan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta melalui kantor pos yang dikelola oleh PT Pos Indonesia.
Pencairan kali ini merupakan pencairan tahap pertama susulan bagi penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan meskipun sudah terdaftar sebagai penerima pada periode Januari–Maret 2026.
Beberapa penerima bantuan yang menggunakan kartu KKS dilaporkan mulai menerima saldo bantuan sejak kemarin.
Untuk bantuan BPNT, nominal yang diterima rata-rata mencapai Rp600.000.
Sedangkan bantuan PKH memiliki nominal berbeda-beda tergantung komponen keluarga penerima.
Ada penerima yang mendapatkan bantuan sekitar Rp975.000, bahkan hingga Rp1.200.000.
Pencairan ini tentu menjadi kabar yang sangat dinantikan oleh banyak keluarga penerima manfaat, terutama di tengah kebutuhan yang meningkat selama bulan Ramadhan.
Bagi daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan, pemerintah tetap menyalurkan bantuan melalui kantor pos.
Penyaluran tersebut dilakukan oleh PT Pos Indonesia yang memiliki jaringan hingga ke daerah terpencil.
Beberapa wilayah sudah mulai menerima penyaluran melalui kantor pos, termasuk salah satu wilayah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Dengan sistem ini, pemerintah memastikan bahwa bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, terdapat sekitar 3 juta penerima bantuan baru yang saat ini masih menunggu proses administrasi.
Pada sistem data bantuan sosial, status mereka masih menunjukkan proses burkol atau pembukaan rekening kolektif.
Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan hingga rekening berhasil dibuat.
Setelah itu, bantuan baru dapat dicairkan kepada penerima.
Karena itu, penerima baru diimbau untuk tetap bersabar hingga proses administrasi selesai.
Selain pencairan bantuan reguler, pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan menjelang hari raya bagi jutaan masyarakat.
Sebanyak 35 juta keluarga penerima manfaat yang terdiri dari penerima PKH, BPNT, dan eks penerima bantuan sosial lainnya akan menerima bantuan pangan khusus.
Bantuan ini merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan selama Ramadhan dan menjelang lebaran.
Bantuan yang akan diberikan berupa:
• Beras 10 kilogram per bulan
Dialokasikan untuk bulan Februari dan Maret
Total 20 kilogram beras
• Minyak goreng sebanyak 4 liter
Distribusi bantuan tersebut saat ini sedang dipersiapkan oleh Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional.
Setelah stok dipastikan tersedia dan distribusi siap dilakukan, bantuan akan segera disalurkan ke seluruh daerah.
Mekanisme penyaluran bantuan pangan ini nantinya dilakukan melalui sistem undangan.
Penerima bantuan akan mendapatkan surat undangan pengambilan bantuan yang biasanya dibagikan oleh perangkat desa atau pendamping sosial.
Karena itu masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari aparat setempat.
Pemerintah juga kembali mengingatkan bahwa bantuan sosial bersifat sementara.
Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat hingga mampu mandiri secara ekonomi.
Dengan adanya program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha sosial ekonomi, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.***
Editor : Asep Suhendar