RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang bagi jutaan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia.
Pada awal Maret 2026 ini, pemerintah kembali menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran bantuan tersebut mulai terpantau sejak 5 Maret 2026 dan berlanjut pada 6 Maret 2026 melalui dua jalur utama, yakni melalui kartu KKS di perbankan dan melalui penyaluran langsung oleh PT Pos Indonesia.
Pencairan ini menjadi kabar baik bagi KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan pada tahap pertama periode Januari–Maret 2026.
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, sejumlah penerima bantuan yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya dari bank penyalur seperti BNI, mulai menerima saldo bantuan.
Nominal bantuan yang masuk bervariasi tergantung komponen bantuan yang diterima.
Untuk BPNT, banyak KPM yang mendapatkan saldo sebesar Rp600.000 untuk periode Januari hingga Maret.
Sementara itu, untuk bantuan PKH, nominal yang diterima lebih besar karena disesuaikan dengan komponen dalam keluarga, seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.
Beberapa penerima dilaporkan mendapatkan bantuan sekitar Rp975.000 hingga Rp1.200.000.
Bagi para penerima bantuan yang sebelumnya masih menunggu pencairan meskipun telah terdaftar sebagai penerima tahap pertama, pencairan susulan ini tentu menjadi kabar yang sangat ditunggu.
Selain melalui kartu KKS di bank penyalur, pemerintah juga menyalurkan bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Metode ini biasanya digunakan untuk wilayah tertentu yang masih mengalami keterbatasan akses perbankan.
Dengan penyaluran melalui kantor pos, masyarakat di daerah terpencil tetap bisa menerima bantuan sosial.
Salah satu daerah yang terpantau sudah mulai menerima penyaluran bantuan melalui kantor pos adalah wilayah Sigi Biromaru di Sulawesi Tengah.
Diperkirakan penyaluran juga terjadi di banyak daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, bagi penerima bantuan baru yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 3 juta KPM, saat ini masih dalam proses administrasi.
Status penerima baru tersebut pada sistem masih menunjukkan keterangan “proses burkol”, yang berarti proses pembukaan rekening kolektif sedang berlangsung.
Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 bulan hingga rekening berhasil dibuat dan siap menerima bantuan.
setelah proses selesai dan status berubah menjadi berhasil cek rekening hingga status SI, maka bantuan akan segera disalurkan.
Tidak hanya pencairan PKH dan BPNT, pemerintah juga menyiapkan bantuan tambahan menjelang hari raya.
Sebanyak 35 juta keluarga penerima manfaat yang terdiri dari penerima PKH, BPNT, serta eks penerima BLT sosial kesejahteraan dipastikan akan mendapatkan bantuan khusus hari raya.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan pangan sebagai stimulus untuk triwulan pertama tahun 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, jenis bantuan yang diberikan kepada 35 juta KPM tersebut meliputi:
• Beras 10 kg per bulan
Alokasi untuk Februari dan Maret
Total 20 kg beras
• Minyak goreng sebanyak 4 liter
Bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya.
Distribusi bantuan pangan tersebut saat ini masih dipersiapkan oleh Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional.
Setelah stok dinyatakan cukup, bantuan akan mulai didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
Untuk mekanisme penyaluran bantuan pangan ini, masyarakat nantinya akan menerima surat undangan pengambilan bantuan yang dibagikan oleh aparat setempat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan menunggu informasi resmi dari pendamping sosial atau perangkat desa.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa bantuan sosial diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Bagi penerima yang kondisi ekonominya sudah membaik, diharapkan dapat melakukan graduasi mandiri agar bantuan bisa dialihkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.***
Editor : Asep Suhendar