RADAR BOGOR - Sebanyak 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Baru terdiri dari 1 juta penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan 2 juta penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Menurut kanal youtube Pendamping PKH, 3 juta KPM Baru yang menjadi penerima PKH dan BPNT diambil dari penerima Bantuan Langsung Tunai Sejahtera Kesejahteraan Rakyat(BLTS Kesra).
"Ini sudah ditetapkan oleh Kementerian Sosial dari 3 juta penerima manfaat yang baru," ujarnya.
Status pencairan KPM Baru di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) masih proses buka rekening kolektif (burekol).
KPM di daerah-daerah lain sudah berstatus berhasil cek rekening, namun ada yang masih burekol karena proses pencairan bansos bertahap.
Setelah proses burekol akan ada keterangan berhasil cek rekening, kemudian Surat Perintah Membayar (SPM), selanjutnya ditetapkan Standing Instruction (SI).
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) didistribusikan oleh Bank Himbara melalui pendamping untuk penerima BLTS Kesra yang terdaftar sebagai KPM Baru PKH atau BPNT.
Walau begitu, tidak semua penerima BLTS Kesra masuk menjadi KPM Baru PKH dan BPNT karena kuota peserta baru mencapai 3 juta.
Penerima BLTS Kesra yang termasuk dalam desil 1 sampai desil 4 berkesempatan besar terdaftar sebagai KPM Baru PKH dan BPNT baru.
KPM bisa melakukan pengecekan desil melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sementara Next Generation (SIKS NG) di riwayat bansos atau bisa langsung ke operator desa.
"Di situ nanti ketahuan apakah dapat atau tidak. Apakah keterangannya di situ ada PKH BPNT-nya burekol ataukah tidak," tambah kanal Pendamping PKH.
Diketahui 3 juta penerima baru PKH BPNT adalah hasil pengganti KPM yang tergraduasi secara mandiri dan graduasi secara sistem.
Sebagai informasi, pemerintah masih terus menyalurkan bansos PKH kepada jutaan KPM di seluruh Indonesia.
Kemensos menggungkapkan, pencairan bansos PKH tahap 1 2026 sudah disalurkan kepada 9.351.607 KPM senilai lebih dari Rp6.9 triliun.
Editor : Siti Dewi Yanti