RADAR BOGOR - Para KPM yang sempat mengeluhkan saldo kosong pada awal tahun, kini bisa tenang.
Segera siapkan kartu KKS merah putih Anda dan kunjungi ATM terdekat, karena mulai pekan pertama Maret 2026, saldo bantuan sosial (bansos) BPNT Tahap 1 senilai Rp600.000 terpantau cair merata ke rekening Bank BNI di berbagai wilayah.
Kabar gembira ini datang dari sejumlah laporan KPM yang berhasil melakukan penarikan dana hari ini.
Berdasarkan data transaksi per 5 Maret 2026, saldo senilai Rp600.000 masuk secara bertahap bagi mereka yang statusnya sempat tertunda, melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Laporan masuk terutama didominasi oleh pemegang kartu KKS BNI di wilayah Jawa Timur, mulai dari Malang hingga Surabaya.
Menariknya, pencairan ini juga menyasar kartu KKS baru terbitan tahun 2025 yang sebelumnya masih dalam proses sinkronisasi data.
Rincian Saldo Rp600 Ribu
Banyak KPM bertanya-tanya mengenai nominal Rp600.000 yang masuk ke rekening. Dana tersebut merupakan akumulasi pencairan untuk tiga bulan sekaligus (Januari, Februari, dan Maret 2026).
Terdapat beberapa poin penting yang ditemukan di lapangan antara lain:
- Aplikasi Wonder by BNI: Notifikasi dana masuk mulai aktif sejak pukul 10:00 WIB hingga malam hari.
- Kode Transaksi: Pada beberapa struk, muncul kode RPL PKH/Bansos BNI, namun nominal yang masuk terkonfirmasi sebagai dana BPNT murni.
- Status SPM Cair: Bagi KPM yang sebelumnya mengecek di SIKS-NG dengan status SPM (Surat Perintah Membayar), hari ini dipastikan statusnya sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction) atau cair.
KPM PKH Juga Terpantau Cair
Tidak hanya BPNT, bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) terpantau mulai menyusul.
Beberapa KPM melaporkan saldo masuk dengan nominal beragam hingga Rp1.125.000, tergantung komponen keluarga yang dimiliki.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tengah melakukan percepatan penyaluran bansos di periode awal tahun 2026 agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Mengapa Bansos Anda Belum Cair?
Jika rekan KPM lainnya sudah cair namun saldo Anda masih nol, perlu diingat adanya aturan Pemutakhiran Data 3 Bulanan.
Kemensos secara rutin melakukan verifikasi kelayakan penerima, karena hal ini berkaitan langsung dengan efektivitas penyaluran seperti yang disampaikan dalam akun sosial media resminya.
“Pemutakhiran DTSEN adalah kunci agar bantuan sosial dan program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” terang di video unggahan dari akun instagram @kemensosri.
Perlu dipahami juga bahwa apabila terjadi perubahan status ekonomi atau ketidaksesuaian data kependudukan (NIK), maka bantuan bisa saja dihentikan sementara.
Pastikan data Anda di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tetap aktif dan padan dengan data Dukcapil untuk menjamin kelancaran pencairan di tahap berikutnya.***
Editor : Eli Kustiyawati