RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kembali dilaporkan mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Beberapa penerima menyampaikan bahwa saldo bantuan sebesar Rp600.000 telah terpantau masuk ke rekening KKS yang terhubung dengan Bank BNI pada awal Maret 2026.
Informasi tersebut diperoleh dari laporan penerima yang mengecek langsung saldo rekening bansos mereka pada tanggal 5 Maret 2026.
Sejumlah laporan yang muncul menunjukkan bahwa proses penyaluran masih terus berlangsung secara bertahap melalui sistem perbankan yang ditunjuk untuk penyaluran bansos.
1. Laporan Pencairan BPNT di Beberapa Daerah
Dikutip dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel, beberapa Keluarga Penerima Manfaat melaporkan bahwa saldo bantuan telah masuk ke rekening KKS mereka dengan nominal Rp600.000.
Salah satu laporan berasal dari wilayah Malang, Jawa Timur, di mana seorang penerima menyampaikan bahwa bantuan BPNT telah masuk ke KKS Bank BNI yang diterbitkan pada tahun 2021.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya sebelumnya sudah tidak lagi diterima, namun bantuan BPNT masih tercatat masuk ke rekening.
Selain itu, laporan lain juga datang dari wilayah Jawa Timur yang menggunakan KKS baru terbitan tahun 2025. Pada kasus tersebut, saldo sebesar Rp600.000 dilaporkan masuk sebagai bagian dari pencairan tahap pertama yang sebelumnya belum diterima oleh penerima.
“Di wilayah Jawa Timur, KKS terbitan tahun 2025 juga melaporkan saldo masuk Rp600.000 untuk tahap pertama yang sebelumnya belum cair,” ucap narator dalam kanal Youtubenya.
Di sisi lain, terdapat pula laporan mengenai nominal saldo yang lebih besar, yaitu Rp1.125.000. Jumlah tersebut diduga merupakan gabungan dari dua jenis bantuan sosial yang dicairkan dalam waktu berdekatan, yakni bantuan PKH dan BPNT yang masuk secara bersamaan sebagai pencairan susulan.
Beberapa penerima yang sebelumnya belum menerima bantuan juga mulai melaporkan adanya perubahan status setelah dilakukan proses validasi dalam sistem.
Penerima yang sebelumnya menunjukkan status belum cair atau sering disebut sebagai “zonk” mulai mendapatkan saldo bantuan setelah proses pemutakhiran data dilakukan.
2. Status Transaksi yang Tercatat di Aplikasi
Sejumlah penerima memantau pencairan bantuan melalui bukti transaksi maupun aplikasi perbankan. Pada beberapa bukti transaksi tercatat kode transaksi seperti “RPL PKH BNI” atau “RPL Bansos PKH”.
Meskipun kode tersebut mencantumkan istilah PKH, penjelasan yang disampaikan menyebutkan bahwa dana yang masuk sebenarnya merupakan alokasi untuk bantuan BPNT.
Selain melalui struk transaksi, sebagian penerima juga melakukan pengecekan saldo menggunakan aplikasi mobile banking milik Bank BNI, yaitu Wonder by BNI.
Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau perubahan saldo pada rekening KKS yang digunakan sebagai penyaluran bantuan sosial.
3. Penjelasan Mengenai Status Penerima Bantuan
Beberapa penerima sebelumnya tercatat masih berada pada status SPM atau Surat Perintah Membayar dalam sistem penyaluran bantuan sosial.
Status tersebut menunjukkan bahwa proses administrasi pembayaran telah disiapkan, namun dana belum sepenuhnya masuk ke rekening penerima.
Pada awal Maret 2026, sejumlah penerima yang sebelumnya berstatus SPM melaporkan bahwa bantuan akhirnya berhasil masuk ke rekening KKS mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pencairan masih berlangsung secara bertahap sesuai dengan tahapan administrasi yang berjalan di sistem penyaluran bansos.
Selain itu, disebutkan pula bahwa data penerima bantuan sosial secara berkala mengalami pemutakhiran. Proses pemutakhiran ini dilakukan dalam periode tertentu, termasuk evaluasi yang dapat terjadi setiap tiga bulan.
Dengan adanya pembaruan data tersebut, status penerima bantuan dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga bantuan yang diterima pada satu tahap belum tentu tetap diterima pada tahap berikutnya.***
Editor : Asep Suhendar