RADAR BOGOR - Kabar menggembirakan datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial dari pemerintah.
Sejumlah warga melaporkan bahwa bantuan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama akhirnya mulai cair pada 5 Maret 2026 melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Informasi ini mencuat dari berbagai laporan penerima bantuan yang membagikan bukti saldo masuk di rekening mereka.
Banyak penerima yang mengaku baru mengetahui dana tersebut masuk setelah melakukan pengecekan saldo melalui aplikasi mobile banking.
Salah satu penerima dari Malang, Jawa Timur mengungkapkan rasa syukurnya setelah melihat bantuan masuk ke rekeningnya.
Dalam bukti yang beredar, terlihat saldo bantuan sebesar Rp600.000 masuk ke rekening KKS pada 5 Maret 2026 pukul 10.53.
Nominal tersebut merupakan bantuan BPNT yang diberikan kepada KPM untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Menariknya, tidak hanya BPNT yang cair. Ada juga laporan penerima yang menyebut bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) masuk setelah BPNT terlebih dahulu dicairkan.
Seorang penerima bantuan mengaku terkejut ketika melihat saldo bantuan yang cukup besar di rekeningnya.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat dana bantuan sebesar Rp1.125.000 masuk ke rekening pada tanggal yang sama, yakni 5 Maret 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, nominal tersebut biasanya merupakan akumulasi bantuan PKH untuk beberapa komponen penerima seperti ibu hamil, balita, atau anak sekolah.
Selain dua laporan tersebut, banyak penerima bantuan lainnya juga membagikan bukti pencairan BPNT pada hari yang sama.
Beberapa di antaranya menunjukkan saldo masuk sebesar Rp600.000 dengan keterangan transaksi yang berkaitan dengan bantuan sosial dari pemerintah melalui Bank BNI.
Menariknya, ada laporan yang menyebut bahwa bantuan ini diterima oleh pemegang KKS baru tahun 2025 di wilayah Jawa Timur.
Ini menjadi kabar baik terutama bagi pemegang KKS baru yang sebelumnya belum menerima bantuan pada pencairan tahap pertama.
Tidak sedikit penerima bantuan yang mengaku sudah menerima BPNT, tetapi masih menunggu pencairan PKH.
Salah satu penerima mengungkapkan bahwa setelah menunggu cukup lama, akhirnya bantuan BPNT masuk juga.
Alhamdulillah dapat BPNT validasi. Sudah masuk, tinggal PKH balitanya yang belum,” tulisnya setelah mendapatkan notifikasi dari aplikasi Wondr by BNI.
Notifikasi tersebut menunjukkan adanya dana masuk sebesar Rp600.000 pada pagi hari sekitar pukul 11 lewat beberapa menit.
Sebagian penerima bahkan menyebut pencairan kali ini sebagai momen “pecah telur”.
Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan bantuan yang akhirnya cair setelah sebelumnya lama ditunggu.
Meski dalam beberapa tangkapan layar tertulis kode transaksi RPL Bansos PKH BNI, namun dana yang masuk sebenarnya merupakan bantuan BPNT.
Baca Juga: Denny Sumargo Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Penyanyi Vidi Aldiano, Ternyata Seperti Ini Isinya
Bagi penerima yang sebelumnya masih berstatus SPM (Surat Perintah Membayar) atau belum melihat saldo masuk, disarankan untuk segera melakukan pengecekan ulang rekening KKS.
Beberapa penerima melaporkan bahwa status mereka sebelumnya masih SPM, namun kini dana sudah masuk ke rekening.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pencairan masih berlangsung secara bertahap di berbagai daerah.
Meski banyak laporan pencairan bantuan, pemerintah menegaskan bahwa bansos tidak selalu cair di setiap tahap bagi semua penerima.
Hal ini karena adanya pemutakhiran data penerima bantuan setiap tiga bulan sekali.
Artinya, seorang KPM bisa saja menerima bantuan pada satu tahap, namun belum tentu menerima pada tahap berikutnya.
Sebaliknya, ada juga yang sebelumnya tidak menerima, tetapi kembali masuk sebagai penerima di tahap selanjutnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memantau status bantuan mereka secara berkala.
Pencairan BPNT tahap pertama ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga, terutama menjelang bulan Ramadhan yang biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat.
Banyak penerima berharap bantuan PKH yang belum cair bisa segera menyusul dalam waktu dekat.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, disarankan untuk terus memantau saldo rekening KKS atau mengecek melalui aplikasi perbankan maupun pendamping sosial di wilayah masing-masing.***
Editor : Asep Suhendar