RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mengaku mendadak menerima pencairan bantuan sosial (Bansos) tahap 4 tahun 2025.
Dana Bansos tersebut sebelumnya sempat tertahan karena status burekol atau buka rekening kolektif.
Namun, secara tiba-tiba status itu berubah menjadi berhasil sehingga dana Bansos mulai masuk ke rekening penerima.
Pencairan bansos tahap 4 tahun 2025 yang sempat terhenti kini mulai diterima oleh sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Perubahan status penyaluran yang sebelumnya tercatat burekol mendadak berubah menjadi berhasil, sehingga bantuan dapat dicairkan.
Kondisi ini menarik perhatian masyarakat karena sebelumnya banyak penerima mengeluhkan dana bantuan yang tidak kunjung masuk.
Perubahan status tersebut menunjukkan, sistem penyaluran bantuan sosial kembali berjalan setelah sebelumnya mengalami kendala administrasi.
Salah satu Youtube pemantau informasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), yaitu PKH Tarik Sidoarjo, mencatat bahwa pencairan bansos tahap 4 tahun 2025 akhirnya berhasil diproses setelah sebelumnya tertunda akibat status burekol.
Kanal tersebut menyampaikan bahwa sejumlah KPM yang awalnya terhambat kini mulai menerima dana bantuan setelah sistem memperbarui status menjadi cek rekening berhasil.
Perubahan ini menandakan bahwa proses penyaluran bansos kembali aktif.
Sebelumnya, status burekol menunjukkan bahwa rekening kolektif yang digunakan untuk penyaluran belum aktif atau belum bisa digunakan untuk proses pencairan.
Menurut penjelasan dari kanal tersebut, status awal banyak KPM masih berada pada tahap burekol.
Setelah dilakukan pengecekan serta pelaporan dari lapangan, sistem kemudian memperbarui status menjadi cek rekening berhasil.
Pada tahap selanjutnya, status tersebut bahkan dapat berubah menjadi Standing Instruction (SI), yaitu kondisi ideal yang menunjukkan bahwa rekening sudah siap digunakan untuk penyaluran bantuan secara rutin.
Perubahan status ini tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab. Ada proses sistem yang berjalan di balik layar.
Salah satu faktor utamanya adalah mekanisme penyesuaian otomatis dalam sistem data bantuan sosial pemerintah.
Dalam sistem penyaluran bansos, jika terdapat penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, misalnya karena meninggal dunia, pindah domisili, atau faktor lain maka sistem akan melakukan penyesuaian dengan mengganti penerima tersebut dari daftar tunggu.
Mekanisme ini membuat penyaluran bantuan dapat kembali berjalan meskipun sebelumnya sempat terhenti.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bansos tahap 4 tahun 2025 mendadak cair setelah sebelumnya mengalami hambatan.
Pertama adalah penyesuaian otomatis pada sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini memungkinkan pembaruan data secara real time.
Apabila terdapat penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria, sistem akan secara otomatis mengganti dengan calon penerima lain yang telah terdaftar dalam daftar tunggu.
Kedua adalah proses pemutakhiran data yang terkadang berjalan cukup lama.
Dalam beberapa kasus, data penerima yang sebenarnya sudah tidak memenuhi syarat masih tercatat dalam sistem.
Ketika pembaruan data selesai dilakukan, sistem akan langsung menyesuaikan daftar penerima sehingga penyaluran bantuan dapat kembali diproses.
Ketiga adalah perubahan status rekening kolektif. Status burekol sering menjadi penyebab utama keterlambatan pencairan bansos.
Namun apabila rekening kolektif berhasil diaktifkan atau diganti dengan rekening pribadi yang valid, maka proses pencairan bisa segera dilakukan.
Perubahan status ini dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama setelah adanya verifikasi dari pihak bank atau lembaga penyalur bantuan.
Secara umum, penyaluran bansos melalui program PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui.
Proses tersebut dimulai dari seleksi dan verifikasi data calon penerima melalui sistem DTSEN.
Setelah itu pemerintah menetapkan Keluarga Penerima Manfaat berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang telah diverifikasi.
Jika rekening kolektif belum aktif, maka status penyaluran biasanya tercatat sebagai burekol.
Ketika rekening sudah aktif dan siap digunakan, status akan berubah menjadi Standing Instruction (SI) sehingga dana bantuan dapat disalurkan secara rutin ke rekening penerima.
Proses ini dapat berjalan lancar apabila data penerima dan sistem penyaluran sudah sinkron.
Namun jika terdapat kendala pada data atau rekening, maka pencairan bantuan bisa mengalami penundaan.
Agar pencairan bansos tidak mengalami hambatan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh KPM.
Salah satunya adalah memastikan bahwa data pribadi yang tercatat dalam sistem DTSEN sudah benar dan sesuai, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kartu keluarga, serta alamat domisili.
Selain itu, penerima juga disarankan memastikan rekening yang digunakan untuk penyaluran bantuan dalam kondisi aktif.
Jika masih menggunakan rekening kolektif, sebaiknya dipastikan bahwa rekening tersebut dapat digunakan untuk transaksi.
Dalam beberapa kasus, penggunaan rekening pribadi juga dapat menjadi alternatif agar proses pencairan lebih mudah.
Apabila terjadi kendala dalam proses pencairan, KPM disarankan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan atau dinas sosial setempat guna mendapatkan penjelasan dan bantuan terkait status bantuan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menegaskan bahwa pemutakhiran data menjadi kunci penting dalam sistem penyaluran bantuan sosial.
Ia menilai, data yang akurat akan mempercepat proses penyaluran bansos sekaligus meminimalkan potensi keterlambatan atau ketidakpastian bagi masyarakat penerima.
Pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan sistem bantuan sosial agar proses penyaluran menjadi lebih efisien serta tepat sasaran.
Pencairan bansos tahap 4 tahun 2025 yang sempat tertunda karena status burekol akhirnya dapat berjalan kembali setelah adanya penyesuaian sistem dan pembaruan data.
Perubahan status secara mendadak menunjukkan, sistem penyaluran Bansos memiliki mekanisme otomatis yang mampu menyesuaikan ketika terjadi perubahan data penerima.
Namun demikian, sinkronisasi data penerima dan keaktifan rekening tetap menjadi faktor penting agar penyaluran Bansos dapat berlangsung lancar. (*)
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah kapan saja mengikuti kebijakan pemerintah serta kondisi sistem penyaluran bantuan sosial. Data maupun status pencairan juga dapat berbeda di setiap daerah.
Editor : Siti Dewi Yanti