RADAR BOGOR - Kabar bahagia datang bagi masyarakat di Jawa Timur menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog secara resmi mulai menyalurkan bansos berupa bantuan pangan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah persiapan menyambut lebaran.
Berdasarkan informasi dari website resmi Pemkot (Pemerintah Kota), Kota Madiun mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Timur yang melakukan penyaluran bantuan ini.
Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi disalurkan sekitar 10 hari menjelang Lebaran. Harapannya kebutuhan bahan pokok warga bisa terpenuhi dan harga tetap stabil,” ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dikutip dari website resmi Pemerintah Kota Madiun.
Apa Saja yang Diterima Warga?
Bantuan yang dibagikan kali ini tergolong cukup besar karena merupakan gabungan alokasi untuk dua bulan sekaligus, yaitu Februari dan Maret 2026. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak mendapatkan:
1. 20 Kg Beras
2. 4 Liter Minyak Goreng
Detail Pelaksanaan Penyaluran
Penyaluran perdana ini dilakukan secara simbolis dan masif pada Senin, 9 Maret 2026, yang berlokasi di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Plt Walikota Madiun bersama Dinas Pertanian, Dinas Sosial, hingga perangkat kecamatan setempat untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.
Tercatat ada sekitar 14.726 warga di Kota Madiun yang terdaftar sebagai penerima manfaat dalam program kali ini.
Mengapa Bantuan Ini Penting?
Selain untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok harian, penyaluran bantuan ini memiliki dua tujuan utama lainnya:
• Menjaga Ketahanan Pangan
Memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
• Stabilitas Harga
Dengan masifnya bantuan yang turun, diharapkan harga beras dan minyak goreng di pasar tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan drastis akibat tingginya permintaan menjelang hari raya.
Diharapkan langkah cepat dari Kota Madiun ini segera diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.***
Editor : Eli Kustiyawati